Pendidikan Karakter: Gebyar Apresiasi Karakter Siswa

7 Mei 2010 Berita Pendidikan


Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter siswa, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI menggelar acara Gebyar AKSI (Apresiasi Karakter Siswa Indonesia) pada 6-12 Mei 2010 di Taman Wisata Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.

Diresmikan hari ini, Jumat (7/5/2010), Kepala Seksi Bakat dan Prestasi Sub Direktorat Kegiatan Kesiswaan Direktorat Pembinaan SMA Kemendiknas Suharlan mengatakan, digelarnya kegiatan ini juga untuk memberi fasilitas bagi siswa yang tidak terlibat dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau kompetisi-kompetisi pendidikan lainnya yang diselenggarakan oleh Sub Direktorat Kegiatan Kesiswaan Direktorat Pembinaan SMA.

"Semua kegiatan di acara ini diharapkan mampu membuat siswa mengaplikasikan sikap kerjasama, nasionalisme, rasa persatuan dan kesatuan bangsa, jujur, peduli, berfikir kritis, positif, serta menumbuhkembangkan sikap hormat-menghormati dan saling menghargai dalam keberagaman. Intinya, untuk memperkuat karakter mereka," ujar Suharlan.

Suharlan menambahkan, Gebyar AKSI merupakan kegiatan baru terdiri dari "Salam Nusantara" yang mencakup perkenalan diri dalam bahasa daerah dan nasional, tampilan budaya daerah, serta presentasi profil daerah. Sementara untuk "Program Motivasi" yaitu pembinaan keimanan dan akhlak, pengembangan keseimbangan potensi diri, pembinaan kepercayaan diri, serta aktualisasi kesamaan derajat dan status sosial.

Program lainnya, "Program Aksi Kebangsaan" berupa kegiatan praktik formasi pengibaran bendera, game kebangsaan dan apresiasi kebangsaan, "Program Aksi Kreativitas" berupa pembuatan dan presentasi poster solusi masalah daerah dan pembuatan produk bernilai guna dari limbah, serta "Program Aksi Kepedulian", yang terdiri dari bakti sosial dan permainan kepedulian.

Terakhir, kata Suharlan, "Program Wisata Budaya" yang berupa kunjungan ke situs representasi budaya. "Pesertanya sebanyak 363 siswa-siswi dari 33 provinsi dengan ketentuan, setiap provinsi diwakili oleh satu tim, jumlah siswa dalam satu tim sembilan orang yang berasal dari 9 sekolah berbeda," tambah Suharlan.

Penulis: LTF/Editor: latief

Sumber: Kompas.Com