Pendidikan Inklusi: Tantangan Terberatnya Justru Orangtua

3 Maret 2010 Berita Pendidikan


Tantangan terberat memberikan pendidikan inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau ABK justru datang dari pihak orangtua. Mereka umumnya keberatan ada ABK di dalam kelas atau di sekolah yang sama dengan anaknya yang bukan ABK.

Demikian dikatakan Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal di Jakarta, Senin (1/3/2010). Untuk itu, Fasli mengaku perlu ada upaya sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat.

"Kepala sekolah dan guru harus diberi kesadaran untuk tidak melihat anak berkebutuhan khusus sebagai masalah. Jika anak dengan kebutuhan khusus ini tidak 'dijemput' atau ditolong, kondisi mereka akan menjadi jauh lebih buruk," ujar Fasli.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah akan memberikan insentif khusus bagi sekolah umum yang bersedia menerima dan mendidik ABK. Peran sekolah umum diperlukan karena kebutuhan ABK tidak bisa dipenuhi hanya oleh sekolah luar biasa.

Fasli mengemukakan, insentif khusus itu diharapkan bisa digunakan untuk pemberian pelatihan-pelatihan mengenai cara menangani ABK kepada guru-guru. (LUK)

Editor: latief

Sumber: Kompas Cetak (kompas.com)