Pendidikan Gratis Mustahil Terwujud

10 November 2010 Berita Pendidikan


PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan atau Kadisdik Provinsi Riau, Irwan Effendi, di Pekanbaru, Senin (8/11/2010), mengatakan, pihaknya tidak mungkin menerapkan pendidikan gratis. Pendidikan gratis dinilainya sebagai sesuatu yang mustahil.

"Walaupun banyak orang beranggapan kalau Riau itu kaya, padahal kenyataannya anggaran pendidikan yang ada setiap tahunnya tidak mencukupi," jelas Irwan.

Irwan mengatakan, saat ini anggaran pendidikan sebesar Rp 450 miliar. Dari jumlah tersebut merupakan 20 persen dari keseluruhan APBD Riau 2010 ini. Dari APBD tersebut, Rp 90 miliar dianggarkan untuk pengembangan guru dan dosen.

"Dengan jumlah tersebut setiap tahunnya digunakan untuk tambahan dana Rp 450.000 untuk setiap siswa dari dana BOS. Anggaran tersebut dinilai belum mencukupi dan sekolah gratis tidak mungkin diwujudkan," terangnya.

Ditambahkannya, banyak calon kepala daerah di beberapa kabupaten yang akan melangsungkan pilkada menyuarakan pendidikan gratis, padahal hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan karena saat ini untuk biaya pendidikan di Riau masih memerlukan bantuan.

"Bantuan dari masyarakat masih dibutuhkan. Oleh karena itu, kita tidak pernah mendengungkan pendidikan gratis, tetapi pendidikan murah dan berkualitas," kata Irwan.

Dia mencontoh, dihilangkannya dana alokasi khusus (DAK) untuk dua kabupaten, yakni Kuantan Singingi dan Rokan Hulu, saja untuk tahun depan membuat pihaknya kelimpungan mencari pengganti dana tersebut karena dana tersebut sedianya akan digunakan untuk pembangunan ruang kelas yang saat ini masih mengalami kekurangan.

Sumber: kompas.com