Pendidikan Antikorupsi SLTA Se Kota Bekasi

27 April 2012 Berita Pendidikan


Pendidikan anti Korupsi SLTA se Kota Bekasi dengan tema Indonesia Hebat Tanpa Korupsi dilaksanakan Indonesia Fight Corruption (IFC) di Balai Patriot, Pemkot Bekasi.

Hadir sebagai pembicara Iwan Piliang yang sempat membantu penegak hukum dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pemulangan Nazarudin.

Plt. Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi, hadir sebagai keynote speaker dalam acara tersebut setelah mendapatkan karangan bunga keprihatinan dari jurnalis Bekasi. Panitia sempat menanyakan pada protokoler pemkot Bekasi tentang kesediaan Plt. Walikota untuk hadir pada acara tersebut.

Lambat dan mepetnya waktu membuat panitia sempat menyatakan bila tidak bisa Dr. H. Rahmat dinilai tidak pro pada pemberantasan korupsi. Setelah lama ditunggu akhirnya plt. Walikota datang juga ke lokasi pendidikan Anti Korupsi yang tempatnya tepat diseberang kantor Plt. Walikota Bekasi.

Rian Ariansyah, tampak datang sebagai direktur pendidikan KPK dan berbagai kader anti korupsi dari berbagai organisasi penghapusan korupsi di Bekasi. Tampak juga hadir 3 politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ariyanto Hendrata, Heri Koeswara dan Chairoman Putro Juwono. Iwan Piliang meminta walikota Bekasi untuk memulai dari hal kecil, menurutnya hal tersebut akan membuat gerakan yang dilakukan menjadi karakter.

"Satu contoh saja, mampukan pak walikota membuat toilet diseluruh kota Bekasi bersih dan wangi," katanya sambil menanyakan kapan dapat direalisasikan.

Mengaku hanya sebagai seorang city journalism, Iwan menyampaikan, kalau masyarakat dapat membuat apa-apa yang bau menjadi wangi akan membuat masyarakat sehat.

"Saya menemukan korupsi tambun dalam pajak Rp 1.300 trilyun, bangsa kita memang kaya rasa," kata Iwan.

Iwan berharap pemerintah dan organisasi penghapusan korupsi mau memulai dari hal-hal yang sederhana dalam mengembangkan gerakan penghapusan korupsi di Indonesia.

"Memulainya dari lingkungan terkecil dengan membersihkannya," harapnya.

Sedang Plt. Walikota Bekasi sendiri melihat persoalan kultur dan prilaku yang hilang dari masyarakat kita sekarang ini.

Dirinya mengingatkan, kalau kemajemukan tidak ada, mungkin menghilangkan satu generasi adalah cara untuk menghapuskan korupsi dari masyarakat Indonesia. Tahun kejujuran dan pakta integritas, menurutnya, membutuhkan komitmen dari seluruh pihak agar gerakan anti korupsi dapat menjadi gerakan bersama.

"Namun itu juga kita membutuhkan regulasi, karena kalau regulasinya tidak benar bagaimana kita dapat mewujudkan itu?," kata H. Rahmat Effendi.

Rahmat Effendi menyampaikan bahwa saat ini dimulai dari jam kegiatan yang semakin lebih dini dan coba dibudayakan agar menjadi pola/karakter.

. "Dikit demi sedikit mulai diperbaiki, agar good governance dan clean government dapat terwujud," katanya di depan 200 peserta pendidikan anti korupsi tersebut.

Sumber: kabarbekasi.com