Pendapatan Guru Honorer Masih Dibawah Upah Minimum

10 September 2015 Berita Pendidikan


Guru honorer di Indonesia mencapai 1,7 juta, sama seperti jumlah guru pegawai negeri sipil (PNS). Dari jumlah tersebut, ternyata banyak yang upahnya jauh dari upah minimum provinsi.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo mendesak pemerintah untuk menggaji guru honorer secara layak bila memang belum bisa mengangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Nasib guru sampai saat ini menjadi tidak jelas dan terkatung-katung karena pemerintah tidak melakukan rekrutmen guru PNS untuk mensejahterakan guru. Pemerintah lebih fokus pada gerakan," kata Sulistyo.

Pasalnya, honor yang mereka dapat sebesar Rp 200 ribu. Padahal jam kerja mereka sama seperti jam kerja guru PNS.

Karena status kepegawaian guru honorer sekaligus pendapatannya masih tidak jelas membuat mereka melakoni pekerjaan sampingan.

"Ada guru honorer kalau pagi pengajar, kalau sore mencari pasir, batu kali untuk dijual. Ada juga guru honorer yang sekarang jualan batu akik, bahkan jadi tukang ojek," jelas Sulistiyo.

"Penghasilan guru honorer sangat rendah dan tak memadai. Tak ada anggarannya dari pemerintah untuk mereka sehingga kepala sekolah sampai mencari uang tambahan untuk menggaji mereka," tambahnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)