Pencairan TPG Gunakan Sistem Online Mulai 2017

11 Januari 2017 Berita Pendidikan


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana merancang penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) melalui sistem online. Dengan begitu kemungkinan keterlambatan pembayaran TPG menjadi kecil.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan rencana ini masih didiskusikan dengan BPKP.

Ia menjelaskan ada lima masalah yang terdeteksi dalam penyaluran TPG tiap tahunnya, seperti data yang tidak akurat.

Efek data yang tidak akurat berimbas pada jumlah dana yang disalurkan. Jika data kurang, maka penyaluran akan terlambat, dan jika data ternyata melebihi kondisi sebenarnya maka akan menimbulkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa).

Masalah lainnya adalah pemenuhan 24 jam mengajar untuk mendapatkan TPG. Mengatasi masalah ini, Kemendikbud sedang merancang beberapa skema yang dapat digunakan.

Pertama, guru tetap mendapat TPG walaupun kurang dari 24 jam dengan ketentuan TPG yang diterima dihitung sesuai dengan jam mengajarnya. Misalkan guru hanya mengajar 20 jam, maka TPG yang diperolehnya sebesar 20/24 x gaji satu bulan.

Kedua, guru melakukan tatap muka selama delapan jam per hari atau 40 jam seminggu. "Sedang kita kaji," kata Pranata.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)