Penanganan Sekolah Rusak Lamban

2 September 2009 Berita Pendidikan


Belum adanya realisasi rehab sekolah rusak untuk pengajuan 2009 ini membuat petugas di lingkungan Dindik Surabaya harus memutar otak. Sebab, ratusan sekolah rusak baru sudah menyerahkan proposal perbaikan gedung serta pembangunan layanan pendidikan seperti ruang kelas rusak, perpustakaan, sampai laboratorium.

Kadindik Surabaya, Sahudi, Selasa (1/9), menuturkan, proses antrean untuk realisasi dan pembangunan sekolah rusak memang panjang. Pihaknya berharap sekolah rusak yang sudah mengajukan proposal perbaikan terus bersabar.

Dindik sendiri, kata Sahudi, sudah berkali-kali menyerahkan berkas perbaikan sekolah rusak dengan segera. Tetapi, karena mekanisme perbaikan serta pekerjaannya dilakukan instansi lain, Dindik tidak bisa berbuat banyak untuk membangun maupun merehab dengan cepat gedung sekolah yang rusak.

Mantan Kepala SMAN 15 Surabaya itu melanjutkan, saat ini Dindik memang sudah menerima ratusan pengajuan sekolah rusak baru. Kami akan berpikir untuk menggabung sekolah rusak baru itu dengan sekolah rusak yang lama. Apalagi banyak pengajuan sekolah rusak lama yang belum terealisasi, ungkapnya.

Sahudi melanjutkan, kalau memang dari antrean rehab sekolah rusak yang belum masuk daftar realisasi terdapat sekolah kondisinya rusak parah, maka Dindik jelas memprioritaskan sekolah itu.

Jadi jangan khawatir tidak diberi jatah. Semua sekolah rusak akan direhab dan dibangun, cuma prosesnya harus gantian, sambung pria kelahiran Banyuwangi itu.

Sekolah yang sudah masuk daftar rehab dan selesai verifikasi adalah SDN Karah I, II, IV, V dan VI, SDN Rangkah I-V, SDN Rangkah VI-IX, SDN Tanah Kalikedinding I, SDN Sidotopo Wetan I, SDN Pakis V dan VI, serta puluhan SD lainnya.

Sedangkan sekolah yang masih masuk tahap verifikasi adalah SDN Sawahan, SDN Gundih, SDN Kapasari, SDN Prada Kali Kendal I dan II, SDN Rungkut Menaggal, serta SMPN 5 dan SMKN Bangkingan.

Di sisi lainnya, ada juga sekolah yang masih dalam tahap pengajuan dan belum diverifikasi sama sekali. Misalnya SMAN 20, SMAN 22, SMKN 9, SMKN 11, SDN Sememi I, SMPN 42, SMPN 32, SMPN 22, SMPN 27, SDN Simokerto, SDN Asemrowo, SMPN 18, SDN Bubutan dan SDN Dupak.

sumber: dutamasyarakat.com