Pemerintah Buka Jalur Channel Link untuk Industri Animasi Indonesia

16 September 2015 Berita Pendidikan


Seperti Anda ketahui, belakangan ini industri kreatif menjadi hal yang perlu diperhitungkan mengingat pasar industri kreatif kian menjanjikan dan lebih diminati. Sebenarnya dari dahulu para pengembang industri kreatif seperti animasi dan komik sudah banyak dan dalam segi kualitas juga tidak bisa diremehkan.

Melihat potensi tersebut, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi kini akan membuka jalur 'Channel Link' untuk mengangkat potensi industri kreatif bidang film animasi.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar film-film animasi karya anak bangsa dapat ikut bersaing dengan produk animasi kelas dunia.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, menyebutkan bahwa upaya ini didasari dari potensi yang dimiliki Indonesia dalam industri kreatif film animasi yang banyak diciptakan anak-anak bangsa.

"Potensi ini harus didukung, salah satunya dengan membuka 'Channel Link' bagi industri kreatif film animasi yang ada di Indonesia," jelasnya.

Ia mengatakan perkembangan industri kreatif film animasi di Indonesia beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan.

Banyak sekali karya kreatif anak bangsa yang telah dibuat, namun disiasiakan begitu saja tanpa adanya pengembangan khusus. Maka dari itu upaya ‘Channel Link’ sangatlah dirasa tepat. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan industri animasi di Batam yang merupakan industri animasi koordinator di Asia Tenggara.

Natsir berharap dengan adanya koordinasi ini, industri-industri kreatif film animasi dapat terhubung sebagai jalan pembuka untuk pasar dunia.

Mengenai segi kualitas, Anda pasti sudah tidak asing dan menyaksikan bagaimana animasi apik ‘Battle of Surabaya’ hasil besutan karya anak Indonesia yang berhasil masuk nominasi film animasi Hollywood.

Guna menyamai prestasi dan menambah kualitas, maka perlu ada peran pemerintah dan dukungan dari berbagai pihak sehingga animasi dalam negeri kian diminati dan mampu bersaing hingga pasar dunia.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)