Pemerintah Akui Kelemahan di Pendidikan

27 September 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Pendidikan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Meskipun negara mendapat tugas/amanah untuk menyelenggarakan pendidikan, tidak mungkin pemerintah bisa melaksanakan tugas pembangunan pendidikan tersebut sendiri.

"Tidak mungkin yang namanya pemerintah bisa melaksanakan tugas pembangunan pendidikan sendiri. It's impossible. Dan juga tidak boleh," ucap Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional Indonesia, dalam konferensi pers "Kementerian Pendidikan Nasional Berikan Apresiasi Perusahaan Peduli Pendidikan dan Siswa Berprestasi Internasional", Jumat (24/9/2010), di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.

Nuh mengungkapkan, pendidikan merupakan tanggung jawab semua orang, meskipun negara mendapatkan tugas/amanah untuk menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan adalah hal yang kompleks sehingga membutuhkan partisipasi dari masyarakat, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), ataupun pihak swasta untuk membantu pemerintah.

"Pendidikan itu sangat kompleks, menantang, dan mulia. Pendidikan adalah faktor penentu, maka dari itu dibutuhkan partisipasi dari masyarakat, BUMN, ataupun swasta sehingga masyarakat pun terbantu," terangnya.

Ia memaparkan, oleh sebab itu, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan sekaligus tanda ucapan terimakasih Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) kepada berbagai perusahaan atas kepeduliannya dalam membangun pendidikan Indonesia, maka Kemendiknas menyelenggarakan acara "Anugerah Peduli Pendidikan", dengan tema "Bersama Membangun Negeri dan Karakter Bangsa melalui Pendidikan". "

Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada perusahaan-perusahaan yang telah membantu kemajuan pendidikan di Indonesia. Kita ingin memberikan penghargaan," lanjutnya menerangkan.

Pelaksanaan acara penyerahan anugerah peduli pendidikan tersebut akan berlangsung Jumat, 24 September 2010 pukul 19.00-21.00 di Kemendiknas. Beberapa perusahaan yang akan menerima penghargaan tersebut di antaranya adalah Pertamina, Mandiri, SCTV, TV One, Metro TV, Kompas, dan Djarum.

Sumber: edukasi.kompas.com