Pemerataan Kualitas, 23 Kepsek di Yogya Dirolling

4 September 2009 Berita Pendidikan


Dinas pendidikan Kota Yogyakarta melakukan pertukaran atau rolling 23 kepala sekolah (Kepsek) di beberapa sekolah di Yogyakarta. Langkah tersebut dilakukan untuk pemerataan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah di Yogyakarta.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs Syamsuri Msi, 23 kepsek tersebut terdiri dari kepsek Sekolah Dasar (SD) 16 orang, kepsek Sekolah Menengah Pertama (SMP) satu orang dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 4 orang dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak dua orang. Mereka dilantik secara resmi di balaikota Yogyakarta, Kamis (3/9).

''Ini kita lakukan untuk pemerataan kualitas pendidikan, tetapi jika dalam perjalanannya ternyata sekolah justru menurun kualitasnya maka mereka akan kita kembali menjadi guru biasa,'' tambah Syamsuri

Diakui Syamsuri selain untuk pemerataan, rolling itupun juga dilakukan untuk menciptakan suasana baru sehingga mampu mengembangkan kualitas dan juga semangat baru di sekolah yang bersangkutan.

Ditanya mengenai efektivitas, Syamsuri mengakui ada pula beberapa kasus seorang kepsek yang sudah dilakukan rolling justru kualitasnya menurun, maka dari itu pihak Dindik bakal melakukan evaluasi terkait kebijakan tersebut.

Evaluasi ini akan dilakukan efektif enam bulan setelah pelantikan. Menurutnya evaluasi ini meliputi aspek sikap dan mental serta pencapaian hasil kinerja yang telah dicapai dan aspek akademis.

Menurutnya, jika setelah dievaluasi ternyata hasil menunjukkan penurunan maka akan dilakukan pengembalian status menjadi guru biasa. ''Namun sebelum dilakukan pengembalian status ini dilakukan dulu pemindahan ke sekolah lain lagi baru kita lihat hasilnya bagaimana, kalau tetap tidak berkembang dan bahkan menurun ya terpaksa kita kembalikan menjadi guru biasa,'' tegasnnya.

Dalam sambutannya, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Yogyakarta, Rapingun menuturkan jika kepsek sebagai garda depan sekolah harus siap mengemban jabatan beserta tugas-tugas yang dipercayakan.

''Seorang kepsek tidak hanya dituntut sebagai educator dan administrator, melainkan juga harus berperan sebagai manajer dan supervisor yang mampu menerapkan manajemen bermutu yang terindikasi pada adanya iklim kerja dan proses pembelajaran yang konstruktif, berkreasi serta berprestasi,'' terang Herry. yli/kpo

Sumber: Republika Online (republika.co.id)