Berita Pendidikan
12 Januari 2011

Pemda Harus Perhatikan Keberadaan SMP Satu Atap

JAKARTA - Keberadaan sekolah menengah pertama (SMP) satu atap agaknya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bukan saja sekolah itu miskin fasilitas, tetapi juga minim tenaga pengajar. Padahal, keberadaannya sangat diperlukan untuk mengatasi kelangkaan sekolah di wilayah terpencil.

Hal itu terlihat di SMP Satu Atap Ranca Labuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Semua tenaga pengajar di sekolah tersebut kebanyakan para guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Ranca Labuh, yang menjadi cikal bakal pendirian SMP Satu Atap Ranca Labuh.

"Hampir sebagian besar guru SD juga mengajar di SMP, sisanya diambil dari luar sebagai tenaga honorer," kata Ayi Karsidi, Kepala SMP Satu Atap Ranca Labuh, kepada wartawan di ruang kerjanya yang sempit di ruang guru, Banten, akhir pekan lalu.
Melihat lokasinya yang berada di Kabupaten Tangerang, sebenarnya SMP Satu Atap Ranca Labuh tidak terlalu jauh dari Jakarta. Namun, melihat kondisi sekolahnya sungguh memprihatinkan. Belum lama, kondisi jalan menuju ke sekolah tersebut yang masih berlapis tanah, yang terasa sangat licin jika musim hujan.

Ayi menuturkan, pembentukan SMP satu atap berawal dari keprihatinan para guru SDN 2 Ranca Labuh atas nasib anak asuhnya yang hampir separuhnya tidak bisa melanjutkan pendidikan lantaran tak punya biaya. Kalaupun ada SMP di wilayah itu, hanya ada sekolah swasta yang biaya pendidikannya tak terjangkau oleh sebagian anak. "Maklum, orangtua siswa kebanyakan adalah buruh tani dan buruh pabrik yang ada di Tangerang," ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2005 pihaknya terpikir untuk mengajukan sekolah satu atap SD-SMP untuk menampung lulusan SD ini yang tidak sanggup melanjutkan ke sekolah. Baru pada tahun 2006 disetujui dan pada 2007 mulai berjalan. Meski masih terseok-seok, angkatan pertama pada tahun 2010 telah lulus UN SMP seratus persen.

SMP Satu Atap Ranca Labuh memiliki jumlah siswa SD 397 orang dan siswa SMP 291 orang. Mereka belajar secara bergantian. Untuk SD mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB, sedangkan SMP pukul 13.00-17.00 WIB.

"Semua siswa SD dan SMP satu atap ini gratis tanpa dipungut biaya. Mereka mendapat dana BOS," kata Ahmad Naseh, salah seorang guru SMP Satu Atap Ranca Labuh, seraya menambahkan bahwa hampir 75 persen lulusan SMP Satu Atap Ranca Labuh melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Kemiri, Banten.

Dia menambahkan, tenaga pengajar terdiri 14 orang guru untuk tingkat SD dan 22 guru untuk tingkat SMP. Emat guru SD telah berstatus PNS, sedangkan guru SMP masih honorer, dan tujuh guru SD diperbantukan mengajar SMP.

Meski memiliki keterbatasan sarana pendidikan, Naseh mengaku aktivitas ekstrakurikuler tetap berjalan dengan kegiatan kepramukaan dan baris berbaris, bahkan berhasil meraih juara kedua dalam lomba bendera tingkat kecamatan.

Guru bidang studi seni budaya, Elis Sulasmini, asal Sumedang, Jawa Barat, mengaku mengabdikan dirinya mengajar di SMP satu atap guna mencerdaskan warga setempat. "Ya, saya ingin mengabdikan ilmu pengetahuan saya bagi warga dis ini," kata lulusan pendidikan guru dari Universitas Terbuka (UT) itu.

Elis sempat mengeluh, saat musim panen tiba para siswa banyak membolos karena turut membantu orangtuanya di sawah. "Kami memahami kondisi ini, namun secara perlahan kami melakukan pendekatan kepada murid dan orangtua sehingga sekarang tidak banyak lagi siswa yang membolos saat panen," ujarnya.

Melihat manfaat dari keberadaan SMP Satu Atap Ranca Labuh, Ahmad Naseh dan Ayi Karsidi, selaku pengembang SMP satu atap, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berharap sekolah tersebut bisa berkembang maju. Salah satunya dengan penyediaan sarana perangkat komputer yang lebih memadai.

"Saat ini dengan biaya sendiri untuk mata pelajaran ilmu komputer. Tentu saja dengan jumlah siswa yang cukup banyak, perangkat tersebut tidak mencukupi," kata Naseh.

Ayi Karsidi menuturkan, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan komputer sejak tiga tahun lalu ke dinas pendidikan setempat. Sebagai kepala sekolah, Ayi berharap tahun 2011 ini bantuan komputer dapat dipenuhi untuk SMP satu atap ini.

Sumber: suarakarya-online.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris