Pemberantasan Buta Aksara untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Masyarakat

9 September 2009 Berita Pendidikan


Pemberantasan buta aksara merupakan salah satu program penting yang digulirkan pemerintah untuk memperbaiki indeks pembangunan manusia di setiap daerah. Berhasilnya program tersebut akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri masyarakat dan berdaya untuk keluar dari kemiskinan dan keterbelakangan.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon, Banten, Selasa (8/9).

Supaya tidak ada lagi warga buta aksara, wajib belajar sembilan tahun mesti bisa dinikmati semua warga. Kita perkuat terus wajib belajar, kata Bambang dalam sambutannya pada peringatan hari HAI di Hotel Mangku Putra Cilegon.

Sementara, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengklaim Provinsi Banten telah berhasil menjalankan program pe,bnerantasan buta aksara dengan baik dan mencapai sasaran. Jika sekitar lima tahun lalu, warga buta aksara mencapai 500 ribu lebih warga, pada tahun ini bisa berkurang tinggal sekitar 155 ribu warga.

Kini Banten bisa masuk dalam sepuluh besar provinsi yang terkecil memiliki penyandang buta aksara. Prestasi ini cukup menggembirakan dan mesti terus ditingkatkan supaya semua warga melek aksara, kata Atut.

Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Hamid Muhamad menilai menuntaskan program buta aksara tidak cukup dengan hanya sampai peserta melek mampu membaca dan menulis. Namun, program itu harus diikuti dengan pemberdayakan masyarakat agar dapat menjadi lebih sejahtera.

Tantangan sekarang bukan sekadar buta aksara hilang, tapi membuat warga berdaya untuk memperbaiki taraf hidup, untuk itu, upaya pemberantasan buta aksara sejak tahun ini telah diintegrasikan juga untuk membuat warga berdaya dalam bidang ekonomi, sosial,budaya, dan kehidupan berbangsa. kata Hamid.

Menurutnya, upaya pemberantasan buta aksara di Indonesia lebih cepat dari target yang ditentukan. Dimana, pada tahun 2004 peyandang buta aksara usia 15 tahun ke atas masih berjumlah 15,4 juta orang. Pada tahun ini sudah bisa mencapai target tinggal sekitar lima persen yakni 7,7 juta orang.

Pada kesempatan itu, Depdiknas juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Gubernur dan walikota/bupati yang dinilai mendukung pemberantasan buta aksara. Tanpa dukungan pemerintah daerah, baik dalam pendanaan maupun kelembagaan, pemberantasan buta aksara di daerah-daerah tidak maksimal.

Selain Mendiknas, hadir pula Menteri Negera Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.

(Herizal)

Sumber: Koranbanten.Com