Pembelian Hak Cipta Buku Dilanjutkan

7 September 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Pembelian hak cipta buku pelajaran selama 15 tahun untuk memperbanyak pilihan masyarakat dalam menggunakan buku sekolah elektronik terus dilakukan pemerintah. Setelah buku pelajaran SD-SMA terpenuhi, fokus pembelian hak cipta buku pelajaran dilanjutkan hingga terpenuhinya buku-buku pelajaran SMK dan pendidikan anak usia dini.

"Untuk setiap satu mata pelajaran per kelas disediakan lima pilihan buku," kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional, Diah Harianti, Selasa (6/9/2011) di Jakarta.

Menurut Diah, buku pelajaran yang belum ada di laman buku sekolah elektronik (BSE) http://bse.kemdiknas.go.id antara lain buku Matematika SMA, agama non-Islam, sejarah, bahasa asing, serta seni dan budaya.

"Pembelian hak cipta diutamakan untuk memenuhi buku-buku pelajaran kelas 1-12. Nanti jika dana masih mencukupi, kita lengkapi buku-buku SMK yang banyak jenisnya hingga pendidikan anak usia dini," jelas Diah.

Menurut Diah, program BSE tersebut sebagai upaya menyediakan buku pelajaran murah bagi masyarakat. Buku bisa digunakan secara online maupun versi cetak. Diharapkan, dengan adanya BSE setiap siswa dapat memiliki buku pelajaran dengan harga yang terjangkau.

Kepala Pusat Buku Indonesia Firdaus Oemar mengatakan, harga buku cetak BSE sekitar sepertiga dari harga buku pelajaran di pasaran. Harga tersebut sudah bisa memberi keuntungan kepada percetakan di atas lima persen.

"Kami berharap pemerintah lebih gencar untuk sosialisasi soal BSE ke daerah-daerah. Program ini baik dan bermanfaat besar bagi masyarakat," kata Firdaus.

Sumber: kompas.com