Peluncuran Komunitas Sehat untuk Memperluas Promosi Kesehatan dan Pencegahan

8 Oktober 2019 Berita Pendidikan


4 Oktober 2019, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meluncurkan komunitas sehat untuk memperluas promosi kesehatan dan pencegahan penyakit melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) secara bersama di Universitas Indonesia, Kabupaten Musi Banyu Asin, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Depok.

Pada tahun 2025-2035 Indonesia akan mengalami bonus demografi karena jumlah kelompok usia produktif meningkat tajam dibandingkan kelompok usia lainnya. Bonus demografi akan kita peroleh jika tersedia sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing yaitu SDM yang sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter. Upaya menciptakan SDM yang sehat dilakukan melalui upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif.


Sejak implementasi Jaminan Kesehatan Nasional pada tahun 2014, jumlah peserta telah mencapai lebih dari 223 juta jiwa atau lebih dari 80% penduduk Indonesia. Saat ini diketahui bahwa penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke merupakan penyakit kronis
dengan beban pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Penyakit-penyakit tersebut pada umumnya berawal dari gejala diabetes dan hipertensi yang tidak terdeteksi sejak dini dan terabaikan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Rencana Strategi Kementerian Kesehatan tahun 2014 - 2015 dengan berbagai kebijakan di antaranya adalah PMK No. 71/2015 tentang Penyakit Tidak Menular, dan PMK No. 43/2016 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita penyakit kronis dan ikut aktif dalam pencapaian Sustainable Development Goals (Good Health and Well-being). Selain itu, upaya promosi kesehatan juga dilakukan melalui Instruksi Presiden No. 1/2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Implementasi berbagai kebijakan di atas adalah melalui kegiatan Posbindu. Posbindu merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan. Posbindu menjadi wadah intervensi kesehatan paling awal yang dibentuk, dikelola dan dijalankan oleh masyarakat sendiri. Pelaksanaan program ini diharapkan menimbulkan pemahaman masyarakat akan pentingnya deteksi dini terhadap PTM, mendorong perubahan perilaku yang tidak sehat menjadi lebih sehat sehingga menekan laju pertumbuhan PTM di Indonesia.

Memahami pentingnya pencegahan PTM, Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) merasa perlu melakukan perluasan komunitas sehat dengan Posbindu PTM dengan memanfaatkan mekanisme kemitraan dengan pihak swasta. Mekanisme kemitraan ini dikembangkan oleh TNP2K untuk membantu pemerintah dalam upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk berpenyakit tidak menular. Dalam mekanisme kemitraan ini keberadaan Posbindu yang ada diperkuat dengan menambahkan pelaksanaan kampanye sosialisasi massa dan pemantauan secara berkala bagi masyarakat di komunitas dan tempat bekerja.

Sebagai tahap awal, peluncuran perluasan komunitas sehat dengan Posbindu PTM terpilih ialah Kabupaten Musi Banyu Asin di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Sidoarjo di Provinsi Jawa Timur, Kota Depok di Provinsi Jawa Barat dan Universitas Indonesia yang mewakili tempat kerja maupun kampus.

Khusus untuk Universitas Indonesia, komunitas sehat dengan Posbindu adalah target yang akan dicapai dari Program Kampus Sehat yang juga diluncurkan bersamaan. Kampus Sehat merupakan upaya yang sistematis dalam mewujudkan Perguruan Tinggi sebagai suatu lembaga yang mengintegrasikan kesehatan dalam budaya kampus. UI merupakan salah satu dari 4 Kampus terpilih sebagai tempat pelaksanaan Uji Coba Program Kampus Sehat yang baru dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari kemdikbud.go.id)