Pelaksanaan Program PBP Juga Harus Diterapkan Sekolah Internasional

31 Juli 2015 Berita Pendidikan


Belum lama ini, Mendikbud Anies Baswedan telah menginstruksikan program Penumbuhan Budi Pekerti atau PBP agar dijalankan bagi setiap sekolah di Indonesia. Hal tersebut sangatlah dibutuhkan dalam bertujuan mengembangkan intelektualitas, emosional, dan spiritualitas.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, menyatakan, sekolah internasional yang berada di Indonesia harus menjalankan program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) selain sekolah yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dirinya menilai bahwa sekolah internasional juga harus menjalankan PBP karena mereka berdiri di Indonesia.

Selain berdiri di Indonesia, kata Arist, berbagai sekolah internasional juga menerima peserta didik yang merupakan warga negara Indonesia, seperti Jakarta International School (JIS), Jakarta International Korean School (JIKS), dan Singapore International School (SIS).

"Seperti JIS, JIKS, dan SIS kan menerima murid Indonesia. Maka, PBP itu juga harusnya diberlakukan di sana, terkecuali sekolah yang hanya menerima warga asing saja," papar Arist.

Program pelaksanaan PBP itu diperkirakan akan berjalan pada tahun ajaran baru 2015-2016 dengan difokuskan lewat jalur non-kurikuler.

Program PBP itu sendiri memiliki kegiatan wajib, antara lain berdoa sebelum pelajaran dimulai dan diakhiri, upacara bendera tiap Senin, lalu menyanyikan lagu kebangsaan, wajib, dan lagu daerah setelah kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan yang untuk pembiasaan baik, antara lain membaca buku nonpelajaran 15 menit sebelum mulai pelajaran, olahraga bersama seluruh warga sekolah seminggu sekali, piket membersihkan kelas secara bergantian, dan kegiatan periodik insidental lainnya.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)