Pelajar yang Lulus UN, Jangan Senang Dulu!

11 April 2014 Berita Pendidikan


Ujian nasional (UN) kerap menjadi momok bagi para siswa. Banyak pelajar khawatir, UN akan menentukan nasib kelulusan mereka di sekolah. Tapi, bukan berarti siswa yang lulus UN bisa berlapang dada. Pasalnya, kelulusan UN tidak serta merta menjadi tiket emas siswa untuk lulus pada jenjang pendidikan yang ditempuhnya.

Menurut Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Teuku Ramli Zakaria, UN hanyalah salah satu syarat bagi penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan masing-masing. Selain UN, ada tiga syarat lainnya yang ditentukan sekolah.

"Pertama, siswa telah menyelesaikan semua program pendidikan, harus memiliki nilai baik berdasarkan penilaian sekolah, termasuk karakter serta lulus ujian sekolah," papar Ramli, seperti dilansir laman Kemendikbud, Jumat (11/4/2014).

Ramli mengimbuhkan, jika siswa lulus UN tapi tidak lulus ujian sekolah, belum bisa disebut lulus dari satuan pendidikan. Meski tidak mendapatkan ijazah kelulusan dari sekolah, siswa tersebut tetap akan mendapatkan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN).

SKHUN tersebut menjadi pegangan bagi siswa untuk tidak lagi mengikuti UN lagi. Namun demikian, dia harus mengulang ujian sekolah di tahun pelajaran berikutnya. Pengulangan ujian sekolah ini, kata Ramli, dilaksanakan sesuai manajemen berbasis sekolah (MBS).

"Sekolah akan menentukan apakah siswa harus ikut belajar lagi di sekolah bersama adik tingkatnya, ataukah dia belajar di rumah hingga ujian sekolah dilaksanakan lagi tahun berikutnya," imbuhnya.

Mulai Senin, 14 April 2014, siswa SMA/sederajat akan mengikuti UN. Peserta UN adalah siswa yang duduk di kelas terakhir pada setiap jenjang dan memiliki nilai rapor yang lengkap. "Peserta UN juga harus memiliki ijazah lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya minimal tiga tahun, kecuali untuk kelas akselerasi," tutur Ramli.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari Okezone.com dan berbagai sumber)