Pelajar Singapura Belajar Pemerintahan di Sleman

2 Desember 2011 Berita Pendidikan


SLEMAN - Sebanyak 15 siswa sekolah National Junior College Leadership Development Commitee Singapura berkunjung ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (1/12/2011). Kunjungan para pelajar ini untuk mempelajari pengelolaan pemerintahan dan mengunjungi sejumlah objek wisata.

"Kami bangga karena Sleman menjadi tempat tujuan sekolah ini selama di Indonesia," kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat menyambut kunjungan para siswa tersebut.

Kunjungan ini bermaksud untuk mengetahui tentang perkembangan pemerintahan di Kabupaten Sleman. Siswa-siswa yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan di Singapura ini ingin belajar langsung dari jajaran pemerintahan Kabupaten Sleman.
Dalam diskusi yang berlangsung, para siswa banyak bertanya tentang perwujudan visi dan misi Kabupaten Sleman tentang masyarakat sejahtera dan kesetaraan gender. Terkait dengan bencana erupsi Merapi, salah seorang siswa menanyakan tentang kendala terbesar yang saat ini dihadapi oleh pemerintah Kabupaten Sleman.

Atas pertanyaan ini Sri Purnomo menjelaskan, saat ini Pemkab Sleman berusaha untuk mengevakuasi penduduk yang awalnya berlokasi di daerah rawan bencana ke tempat yang lebih aman.

"Akan tetapi program ini terkendala pola pikir masyarakat yang belum dapat hidup berdampingan dengan alam. Oleh karena itu, perubahan pola pikir ini akan dilakukan melalui beberapa langkah fasilitasi bagi warga yang bersedia untuk relokasi," paparnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah berharap warga yang bersedia direlokasi dapat memberikan motivasi kepada warga yang lain untuk turut mendukung program pemerintah.

Selain itu, para siswa Singapura juga ingin mengetahui tentang upaya pemerintah dalam mewujudkan kepariwisataan yang berkesinambungan di Sleman.

"Salah satu upaya untuk itu adalah menjadikan setiap kecamatan sebagai pusat pengembangan pariwisata sehingga dapat mendayagunakan potensi daerah bagi kesejahteraan warga di daerah tersebut," kata Sri Purnomo.

Untuk menjamin kesejahteraan masyarakat, lanjutnya, pemerintah berupaya menjalankan pemerintahan yang berkeadilan gender. Dalam setiap seleksi pegawai di setiap lini pemerintahan, pemilihan pegawai didasarkan pada kapasitas setiap pegawai bukan berdasarkan jenis kelamin orang yang bersangkutan.

Ketika ditanya pendapat mengenai pemilihan kepala daerah secara langsung, Sri Purnomo menanggapi bahwa pemilihan secara langsung merupakan perwujudan tertinggi sistem demokrasi di Indonesia.

"Meskipun banyak pihak menilai negatif proses ini, namun saya yakin bahwa pemilihan secara langsung dapat menjamin tersampaikannya aspirasi masyarakat dengan lebih baik," katanya.

Sumber: edukasi.kompas.com