Pelajar Indonesia-Malaysia Dijamin Keamanannya

31 Agustus 2010 Berita Pendidikan


Jakarta - Polemik yang muncul dalam hubungan Indonesia dan Malaysia tak akan mempengaruhi pelajar di kedua negara. "Kami (Indonesia dan Malaysia) sepakat pelajar Malaysia dan Indonesia ada jaminan keamanan, kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan masing-masing negara," kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh usai buka bersama di Kementerian Pendidikan Nasional, Senin (30/8)

Nuh mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia yang merangkap Menteri Pendidikan Tan Sri Dato` Haji Muhyiddin Haji Mohd Yassin dan Menteri Pengajian Tinggi Malaysia YB. Mohamed Khaled Nordin, Ahad lalu. "Pada intinya kami sampaikan di dunia pendidikan tidak boleh terganggu dengan adanya dinamika hubungan antarnegara ini," ujar bekas rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu.

Alasannya, kata Nuh, ilmu dan teknologi itu lintas negara. Sehingga tidak boleh satu negara mengklaim suatu ilmu dan tidak boleh diambil negara lain. Lagipula dunia pendidikan tidak mengenal pertengkaran.

Persoalan yang muncul dalam hubungan Indonesia-Malaysia ini dipicu dengan masalah perbatasan. Nuh berharap masalah itu tidak melebar ke masalah-masalah lain. "Kalau menemukan titik persamaan, cari titik persamaan buat garis persamaan, dari garis menjadi bidang hingga ruang, sehingga kita punya kesamaan, bukan justru mencari perbedaan, karena tidak akan ada titik temu," katanya.

Bagi kedua pelajar yang saling belajar di dua negara, Nuh menjamin, sudah dijamin keamannya. "Kami sampaikan ke pelajar Malaysia tidak usah khawatir," kata Nuh. Dia juga meminta agar pemerintah Malaysia menjamin keamanan untuk pelajar Indonesia di Malaysia. Saat ini ada sekitar 11 ribu pelajar Indonesia belajar di Malaysia dan 7 ribu pelajar Malaysia menimba ilmu di Indonesia.

Sumber: tempointeraktif.com