Pelajar Berprestasi dari Indonesia Lebih Dilirik oleh Universitas di Jepang

15 Oktober 2014 Berita Pendidikan


Saat ini ada sekitar 6.000 mahasiswa menimba ilmu di Tokyo International University (TIU), Tokyo, Jepang. Dari sekian banyak mahasiswa tersebut, 700 diantaranya merupakan mahasiswa internasional dari 30 negara. Jumlah itu belum termasuk mahasiswa yang mengikuti program E-Track.

English Track atau biasa disebut E-Track merupakan program pendidikan internasional yang dikembangkan oleh Tokyo Internasional University, Tokyo, Jepang. Kurikulum TIU sendiri terbilang bagus karena memungkinkan mahasiswannnya untuk mengolah latar belakang pendidikan yang luas serta memperdalam pengetahuan mereka terutama dalam bidang spesialisasi Ekonomi Bisnis dan Hubungan Internasional (HI).

"Di sini kami mempertajam perspektif global melalui kelas yang menerapkan sistem nilai yang beragam menjadi bersatu. Saat membahas isu-isu dalam hubungan internasional, tak ada jawaban yang benar yang akan memuaskan setiap orang. Yang terpenting adalah Anda menghormati perbedaan sudut pandang, dan berusaha menemukan kesamaan mendasar," ujar Akitoshi Miyashita selaku profesor bidang politik internasional TIU, pada paparan program tersebut di Kampus TIU, Tokyo.

Profesor Miyashita menambahkan, tujuan E-Track ialah supaya mahasiswa bisa saling membebaskan batas-batas negara menuju apa yang kita ketahui saat ini masyarakat global.Itulah upaya yang sedang dikembangkan TIU kepada 50 pelajar internasional dari 26 negara.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Kolese Kanisius Romo Heru Hendarto SJ, yang turut serta dalam Tur Tokyo International University 2014 mengatakan bahwa keseriusan Jepang, dan khususnya TIU, sangat perlu dipertimbangkan secara positif. Menurut beliau, upaya TIU mengadakan konsep pendidikan tinggi berbasis internasional sangat baik bagi pelajar Indonesia. Di satu sisi, hal ini sebenarnya menjadi cambuk bagi perguruan tinggi lokal di Indonesia untuk menjadikan pelajar Indonesia sebagai aset negara.

"TIU itu perguruan tinggi tua, dan program internasional adalah hal baru dari mereka. Akan tetapi, ini perlu diapresiasi, mengingat cara mereka luar biasa dalam menangkap kebutuhan para pelajar kita di Tanah Air. Sebagai perguruan tinggi swasta, mereka mendapat subsidi pemerintah hingga 30 persen lebih, dan itu dijadikan skema untuk menyubsidi mahasiswa internasional di kampus tersebut, untuk beasiswa misalnya," ujar Romo Heru pada hari Jumat 10 Oktober 2014

Romo Heru menyayangkan banyaknya perguruan tinggi di Indonesia yang kurang begitu serius menggaet pelajar berprestasinya dan memberikan fasilitas yang sepadan dibanding dengan universitas lain di luar negeri. Memang ada, hanya saja masih sangat jarang ditemukan pelajar berprestasi yang mendapat tawaran menempuh perguruan tinggi karena prestasinya atau juga karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan studi.

"Memang, TIU bukan top level university di Jepang. Namun, lihat cara mereka memperlakukan anak-anak Indonesia. Sangat bagus. Atmosfer yang mereka ciptakan untuk belajar sangat mendukung, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Mereka serius betul menangkap para pelajar internasional. Jadi, jangan sampai anak-anak berprestasi kita malah banyak lari ke luar," Romo Heru menambahkan.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)