Para Siswa Korban Sinabung Harus Tetap Belajar

5 Februari 2014 Berita Pendidikan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Prof Muhammad Nuh berharap proses belajar mengajar tak boleh terhenti dengan adanya musibah erupsi Sinabung. "Walau dalam pengungsian, anak-anak harus tetap belajar. Sebab, belajar itu tak boleh berhenti walau dalam keadaan seperti apa pun," tegas Mendikbud M Nuh dalam kunjungannya, Jumat (31/1)

Untuk itu dia meminta dinas pendidikan provinsi dan kab/kota harus memfasilitasi sarana belajar siswa di pengungsian. Kemendikbud, kata M Nuh, punya komitmen untuk membangun sekolah yang rusak akibat bencana, seperti bencana erupsi Sinabung ini. Mendikbud melihat langsung beberapa sekolah yang rusak terkena dampak letusan Sinabung. Dia menilai beberapa sekolah tidak perlu direlokasi, hanya perlu perbaikan meskipun hampir menyeluruh. "Pokoknya kalau BNPB sudah menyatakan aman, maka disitulah langsung kami bangun. Tidak pakai tahun anggaran, kita pakai dana abadi," kata M Nuh kepada wartawan.

Didampingi Kepala LPMP Sumut Bambang Winarji, Kadisdik Sumut M Zein Siregar, dan Koordinator Kopertis Wilayah I Prof Dian Armanto, Mendikbud meninjau langsung sekolah-sekolah yang terkena dampak letusan Sinabung. Sekolah yang dikunjunginya yakni SMPN 1 Namanteran, SDN 043950 di Desa Sigaranggarang Kecamatan Namanteran, dan SMAN 1 Simpang 4 Kecamatan Tiganderket. Sekolah-sekolah tersebut berlokasi di wilayah yang terkena dampak erupsi paling parah. M Nuh mengatakan, pihak Kemendikbud tengah melakukan pendataan menyeluruh terkait bangunan sekolah yang rusak karena erupsi Sinabung. Dana untuk renovasi sekolah saat ini sudah tersedia. "Kita akan renovasi gedungnya dan mengadakan peralatan yang sebelumnya hilang karena terkena bencana. Selain itu, lingkungan sekolah juga harus ditata kembali," tutur Nuh.

Pada kesempatan itu, M Nuh menyebutkan beberapa sekolah yang terletak dekat dengan puncak Sinabung dan terkena dampak letusan gunung Sinabung akan dipertimbangkan untuk direlokasi. Menurutnya, sekolah yang berlokasi radius 3 Km akan direlokasi. Pihaknya akan membangun gedung baru kalau ditetapkan kawasan yang tidak aman.

Namun dia mengakui ada masalah lain jika relokasi sekolah dilakukan, yakni jarak antara masyarakat dan sekolah akan menjadi semakin jauh. "Masyarakat juga harus siap untuk direlokasi, itu kesempatan bagus untuk membuat kawasan pendidikan terpadu," tegas Nuh.

Sebelum melihat langsung beberapa sekolah rusak terkena dampak erupsi Sinabung, Mendikbud M Nuh juga mengunjungi para siswa korban erupsi gunung Sinabung di lokasi pengungsian di Kabanjahe, Karo. Menteri memotivasi agar anak-anak korban erupsi Sinabung terus sekolah. Pada kesempatan itu menteri membagikan peralatan sekolah. "Dalam kondisi apapun anak-anak harus tetap belajar. Kami akan beri dukungan penuh, baik guru, fasilitas atau apapun," ujar M Nuh di masjid Agung Kabanjahe, Karo, usai melaksanakan sholat Jumat di mesjid itu. Masjid Agung Kabanjahe dijadikan tempat pengungsian untuk lebih dari seribu korban erupsi Sinabung. Di tempat pengungsian itu, terdapat ratusan anak-anak usia sekolah.

Sayangnya, sekolah mereka kini sudah tak bisa dipakai sebagai tempat belajar karena terkena dampak keganasan gunung Sinabung. Para siswa sekolah dari SD hingga SMA ini pun harus memanfaatkan ruang seadanya untuk terus belajar.

"Adik-adik, ini memang keadaan yang diluar kemampuan kita. Namun bagaimanapun itu, kalian tetap harus belajar," tegas Nuh.

Nuh juga membagikan 1000 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak Kabanjahe. Pasalnya, peralatan sekolah anak-anak di dekat gunung Sinabung itu sudah hilang saat mereka meninggalkan rumah untuk berlindung sejak beberapa bulan yang lalu.

Usai melaksanakan sholat jumat di Masjid Agung Kabanjahe, M Nuh juga menjumpai dan menyerahkan bantuan pendidikan untuk pelajar korban erupsi Gunung Sinabung yang berkumpul di Kantor Bupati Karo. "Bantuan ini diberikan sebagai bentuk simpati dan empati dari kementerian, mulai dari beasiswa atau bantuan siswa untuk SD, SMP, SMA dan SMK serta mahasiswa," kata M Nuh seusai menyerahkan bantuan secara simbolis di Kantor Bupati Karo.

Mendikbud merinci, untuk pelajar SD diberikan bantuan masing-masing Rp1 juta, SMP Rp1,5 juta dan pelajar SMA/SMK masing-masing Rp2 juta. Sedangkan untuk mahasiswa Rp2,1 juta. Menurut Mendikbud, bantuan ini digunakan untuk membiayai pendidikan pelajar lantaran orang tua mereka tidak memiliki penghasilan lagi akibat erupsi Gunung Sinabung. Lahan pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian mayoritas tidak bisa digunakan lagi.

Bantuan juga diberikan kepada mahasiswa yang menjalani pendidikan di luar Karo. Untuk tahap pertama, masing-masing mahasiswa akan mendapatkan Rp4,2 juta untuk satu tahun ini. "Semuanya anak-anak, pokoknya yang masih sekolah yang terkena musibah, dari SD sampai mahasiwa kita bantu," katanya.

Mendikbud juga menyerahkan 6.000 paket bantuan penunjang proses kegiatan belajar mengajar berupa alat tulis, seragam, buku, tas, sepatu dan lainnya. Selain itu, pihaknya juga akan merehabilitasi sekolah atau ruang kelas yang rusak. "Sudah kita cek. Ada yang harus kita rehab. Untuk sementara ada bantuan Rp240 juta kali tiga yang sudah diserahkan secara simbolis. Ini untuk sementara, nanti akan ada dukungan penuh," katanya.

Mendikbud mengatakan paling utama adalah memperbaiki psikologis anak-anak korban erupsi Gunung Si nabung. Kemdikbud juga memberikan konseling traumatik. Selain itu menyediakan tenda yang digunakan khusus untuk proses belajar mengajar. "Intinya jangan sampai adik-adik kita ini tidak sekolah atau tidak belajar. Guru-guru pun akan kita berikan bantuan kalau ada guru-guru yang tinggal di daerah bencana. Total bantuan yang kita berikan untuk tahap pertama Rp12 niliar dan sudah diserahkan in cash," katanya.

Sejalan dengan pendapat Mendikbud, Kepala (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) LPMP Sumut Bambang Winarji juga menyatakan pihaknya akan membantu memperbaiki psikologis anak-anak korban erupsi Sinabung dengan konseling traumatik.

"Kami akan memberikan bantuan konseling traumatik melalui widyaswara, yakni tenaga diklat yang ada di LPMP Sumut. Kami juga memotivasi para guru di sini agar tak surut semangat mendidik anak-anak korban erupsi Sinabung," kata Bambang.

Bambang menyebutkan, kedatangan LPMP bersama rombongan Mendikbud melihat kondisi langsung sekolah dan para siswa korban bencana tersebut untuk menjamin pelaksanaan belajar dan mengajar (PMB) berjalan dengan baik dan lancar.

"Jika proses belajar dan mengajar di sini tetap berjalan dengan lancar, diharapkan musibah ini tak menghambat jalannya UN dan para siswa pun siap menjalaninya," katanya.

Terkait perbaikan sejumlah sekolah yang rusak akibat erupsi Gunung Sinabung di tanah karo, Dinas Pendidikan Sumut menyatakan akan berkoordinasi dengan Kemendikbud RI. Menurut Kadisdik Sumut Drs Mohammad Zein Siregar MSi, hingga kini pihaknya belum menerima data-data dan laporan sejumlah sekolah mengalami kerusakan, baik rusak berat dan ringan dari Pemkab Tanah Karo akibat bencana erupsi Sinabung. "Sekolah rusak itu nantinya akan diperbaiki sesuai kebijakan dari pemerintah pusat dengan sumber dana APBN atau dana dekonsentrasi. Hal ini masih dalam tahap pembahasan,"

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)