Para Dosen PGRI Agar Menjadi Guru Besar

22 September 2010 Berita Pendidikan


KUPANG - Para dosen Universitas PGRI Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus didorong untuk menempuh pendidikan lanjutan hingga jenjang S2 dan S3. Bahkan lembaga pendidikan tinggi ini juga ditantang agar bisa melahirkan guru besar.

Hal ini disampaikan Ketua PGRI NTT, Drs. Okto Ouwpoly pada Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Universitas PGRI NTT Tahun 2010/2011 di Aula El Tari- Kupang, Senin (20/9/2010).

Di hadapan sekitar 2.441 mahasiswa baru Universitas PGRI, Okto menjelaskan, pengurus PGRI NTT dan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI NTT akan mendorong para dosen di lembaga pendidikan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengambil program master dan doktor.

Menurutnya, para dosen di Universitas PGRI harus berijazah S2 dan S3 agar memenuhi standar yang ditetapkan lembaga tersebut dan pemerintah. "Kita akan terus mendorong para dosen untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan ke jenjang S2 dan S3," jelasnya.

Bukan itu saja, para dosen di Universitas PGRI juga ditantang untuk bisa mencapai gelar guru besar. Sehingga eksistensi lembaga pendidikan tersebut secara nasional dalam dunia pendidikan bisa semakin kuat. "Para dosen kalau bisa sampai gelar guru besar. Kita berharap suatu saat Universitas PGRI bisa melahirkan guru besar," jelasnya.

Dia menjelaskan, selain meningkatkan SDM, Pengurus PGRI, YPLP PGRI NTT dan Universitas PGRI NTT akan membangun tiga gedung baru yaitu dua gedung kampus masing-masing berlantai empat dan satu gedung rektorat berlantai dua. Gedung baru ini akan melengkapi satu gedung yang sudah ada di Kampus Universitas PGRI yang ada saat ini.

Dia menjelaskan, jumlah mahasiswa baru yang cukup banyak tahun ini memberikan dorongan tersendiri dan spirit bagi YPLP PGRI dan Universitas PGRI untuk segera membangun fasilitas perkualihan tersebut. "Jumlah mahasiswa yang banyak ini memberikan kami tanggung jawab dan spirit untuk bisa membangun. Sehingga ke depan Universitas PGRI akan menjadi lembaga yang lebih maju dan disegani," jelasnya.

Dijelaskan juga, saat ini Universitas PGRI sudah memiliki laboratorium Bahasa, lab MIPA dan perpustakaan. Namun fasilitas tersebut akan terus dibenahi dan ditingkatkan menjadi fasilitas yang lebih baik untuk sarana praktikum dan belajar.

Rektor Universitas PGRI NTT, Semuel Haning, S, H, M.H dalam materinya mengatakan, para mahasiswa baru tersebut harus belajar untuk mencapai cita-cita yang diharapkan. Menurutnya, menjadi seorang sarjana tidak saja menguasai ilmu pengetahuan sesuai disiplin ilmu yang dipilih, tetapi juga bisa mengaplikasikan ilmu tesebut di masyarakat setelah tamat.

"Menjadi sarjana itu harus bisa menerapkan ilmu di tengah masyarakat, sebab percuma saja memakai gelar sarjana tetapi tidak bisa berbuat apa-apa di tengah masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, Pembantu Rektor (PR) I Universitas PGRI NTT, Titus Bureni, S.H, M.H mengatakan, Universitas PGRI telah memiliki izin operasional resmi dari Departemen Pendidikan Nasional. Sehingga sangat salah bila ada pihak-pihak tertentu yang meragukan dasar hukum lembaga pendidikan tinggi tersebut. (alf)

Sumber: pos-kupang.com