Nilai Calon Peserta Didik Harus Asli, Bukan Manipulasi

3 Juli 2014 Berita Pendidikan


Belum lama ini banyak sekali aduan dari masyarakat tentang kecurangan dalam PPDB. Aturan tentang Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) adalah aturan dari instansi pemerintah ke instansi pendidikan agar terciptanya PPDB yang adil dan aman. Banyak pihak dari instansi sekolah yang di haruskan menandatangani fakta integritas untuk mencegah manipulasi data termasuk Kepala Sekolah. Tetapi, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Makassar, Sulawesi Selatan melakukan hal yang sama untuk peserta didik. Untuk memperketat verifikasi nilai calon peserta didik. Utamanya calon peserta yang berasal dari luar Kota Makassar, sebab data dan nilainya tidak ada dalam sistem milik Disdikbud Kota Makassar. Mereka hanya menginput sendiri nilainya saat pengisian formulir pengajuan pendaftaran.

Sesuai verifikasi para calon peserta yang datang di SMAN 5 Makassar diharuskan membuat surat pernyataan secara tertulis bahwa nilai yang ada di Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) sementara, itu sesuai dengan aslinya., Jika tidak sesuai, maka siap dianulir jika lulus. Surat pernyataan tersebut ditulis tangan oleh calon peserta dibalik SKHUN sementara, lalu ditandatangani dan disaksikan oleh orang tua.

Bunyinya; "Jika sekiranya nilai dan data yang ada dibalik kertas ini tidak sesuai denga aslinya, maka saya bersedia untuk tidak diterima di SMAN 5 Makassar". Ketua Panitia PPDB online SMAN 5 Makassar, Abdul Kadir mengatakan sebenarnya yang diinginkan asli, cuma karena kondisi di lapangan, SKHUN asli belum keluar. Sehingga, kata dia, pihaknya berinisiatif untuk meminta calon peserta membuat surat pernyataan di baliknya, agar nilai yang ada di surat keterangan yang disetor, sesuai dengan aslinya nanti. "Kalau besok lusa berbeda, mereka siap dibatalkan," kata Kadir seperti yang dilansir FAJAR (Grup JPNN.com), Selasa (1/7). Kadir mengaku surat keterangan sementara yang dibawa calon peserta itu tidak menjamin, kendati nilai calon peserta sudah ada dalam sistem, sisa dicocokkan.

Ketidakpercayaan tersebut karena pihaknya menemukan ada tiga orang calon peserta dari jalur domisili yang berbeda datanya. "Kita suruh pulang untuk perbaiki, alasannya salah ketik. Biar lulus tetap akan kita batalkan karena itu terkesan mau mengelabui kita. Makanya kita bikin perjanjian. Apalagi pada saat mendaftar ulang, SKHUN asli akan dicocokkan lagi dengan SKHUN sementara yang dilampirkan sebelumnya," jelasnya

Oleh: Indra K
(Dikutip dari jpnn.com)