Mutu Pendidikan Berkorelasi Kesejahteraan

8 Februari 2010 Berita Pendidikan


Pendidikan yang maju memiliki korelasi dengan kualitas kesejahteraan hidup. Sumber daya manusia yang berkualitas mampu membangkitkan kesejahteraan hidup, dibanding sekadar mengandalkan hasil kekayaan alam semata.

Oleh karenanya, Singapura yang minim kekayaan alam, tetapi karena ditunjang kualitas pendidikan yang tinggi, menyebabkan masyarakatnya hidup sejahtera dengan mengembangkan Singapura sebagai penyedia bisnis jasa terbaik di Asia.

Hal itu disampaikan Direktur Yayasan Bernardus Sekolah Theresiana Rm Ag Tri Hartono, Sabtu (6/2/2010), saat membuka seminar nasional "Pembelajaran Kooperatif dan Konstruktivistik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, Perayaan 60 Tahun Yayasan Bernardus" di Semarang.

Tri Hartono mengemukakan, pihaknya gembira komitmen pemerintah dalam membangun sektor pendidikan dengan mematok target anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Anggaran yang besar diyakini tidak secara otomatis dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan bermutu bila faktor-faktor seperti komitmen, pembentukan sikap mau belajar, mutu pendidikan, dan pengelolaan lingkungan juga mendukung.

Pada masa kerajaan, para raja banyak melakukan peperangan untuk melawan ketidakbenaran. Sebaliknya, dengan tingkat pendidikan yang baik, tokoh-tokoh Indonesia seperti Bung Karno dan Bung Hatta menggalang dukungan dan mendirikan organisasi untuk memerdekakan bangsa ini.

Dosen Universitas Sanata Dharma Yogjakarta, Paul Suparno, menilai bahwa kegagalan pendidikan apabila siswa terus dipaksa dan diajari dengan metode drill, hapalan, dan mengejar nilai yang tinggi hanya untuk pencapaian lulus ujian negara.

Pembelajaran ini jauh dari metode pembelajaran konstruksivitis, yang membantu siswa bisa belajar dengan baik, lebih gembira, dan akhirnya lebih bermutu dalam pencapaian belajarnya. (WHO)

Penulis: WHO/Editor: primus

Sumber: Kompas.Com