Murid Terpaksa Belajar Lesehan dan Bawa Meja Lipat dari Rumah

17 Agustus 2017 Berita Pendidikan


Sejumlah murid SD Negeri 006 Batam kota, Batam, Kepri, terpaksa belajar lesehan di sebuah musala. Hal itu dikarenakan kekurangan ruangan belajar dan membludaknya siswa dalam satu kelas. Kondisi itu pun memaksa sedikitnya 16 murid kelas satu SD itu harus membawa masing-masing satu meja lipat.

Kepala SDN 006 Batam kota, Dahlius mengatakan, langkah ini diambil karena jumlah 50 orang perkelas tidak bagus untuk iklim belajar anak. Awalnya, ke 16 siswa tersebut merupakan siswa yang tersebar di empat rombongan belajar (rombel) kelas satu. Kami ambil empat orang perkelas, dari kelas A sampai D. Jadinya kan 16 orang, kita bentuk rombel baru, kelas 1E dan belajarnya di musala.

Dahlius mengatakan, sebelum belajar di musala diberlakukan, pihaknya berencana menggunakan perpustakaan, namun perpustakaan yang sempit tak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar. Perpusatakaan luasnya hanya 3 kali 7, sementara idealnya kelas 7 kali 8. Makanya kami pakai musala yang lebih luas. Tak hanya belajar di musala, di sekolah yang ia pimpin juga menerapkan tiga shift, dengan rincian waktu, masuk pagi dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, shift siang dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB, sementara sore dari pukul 14.30 hingga pukul 16.30 WIB. Non stop, masuknya pagi, siang dan sore. Yang tak terapkan tiga shift hanya kelas atas, kayak kelas lima dan enam.

Ketua Panitia PPDB, Noeraida mengatakan; akar permasalahan ini berawal sejak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu. Sekolahnya yang hanya memiliki daya tampung siswa baru 108 siswa untuk tiga rombongan belajar (Perkelas 36 siswa), pada akhirnya harus menerima hingga 200 orang karena desakan masyarakat. Sebagai guru kelas, ia mengaku memaksakan anak dengan jumlah yang memenuhi ketentuan berpengaruh ke daya serap anak. Apalagi mereka ini masih baru, kalau yang kelas atas kayak kelas 5 atau 6 masih bisalah daya serapnya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)