Berita Pendidikan
28 Desember 2009

Metode CTL Sulit Diterapkan

Pengawas Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Dadang Rahman mengatakan, Kota Cimahi masih sulit untuk menerapkan metode kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem contextual teaching learning(CTL).

Sebab metode CTL masih terkendala fasilitas penunjang seperti internet dan kamera CCTV.Jika fasilitas pendukung metode pembelajaran dengan sistem CTL masih minim, tentu saja hal ini akan sulit untuk diterapkan,ujar Dadang. Dia menjelaskan, hingga saat ini hampir 70 proses belajar mengajar di Kota Cimahi masih menggunakan metode ceramah bukan CTL.Menurut Dadang, untuk mendukung metode pembelajaran sistem CTL dengan model moving class,lesson studydan brainstorming diperlukan beberapa perangkat teknologi komunikasi yang memadai.

Beberapa perangkat tersebut salah satunya internet dan CCTV. Dia mengutarakan, dengan menerapkan metode pembelajaran sistem CTL maka peran guru akan diminimalisasi dan sisanya siswalah yang akan lebih berperan aktif. Jika dalam metode ceramah, 70 proses pembelajaran dipegang oleh guru. Dengan metode CTL ini para siswa akan lebih dominan dalam proses pembelajaran. Dari situlah akan terlihat mana siswa yang aktif dan mana yang tidak,paparnya. Dadang mengungkapkan, berdasarkan data Disdik Kota Cimahi, hingga saat ini hanya empat sekolah menengah pertama (SMP) yang sudah menerapkan metode CTL, yakni SMPN 1,3,4 dan SMPN 9 Kota Cimahi.

Dengan demikian, masih ada 42 SMP lagi di Kota Cimahi yang belum menerapkan metode CTL ini. Pihaknya sendiri akan terus mengupayakan akan sluruh sekolah di Kota Cimahi menerapkan metode CTL ini. Selain itu, pengajar atau guru juga harus memiliki kemampuan penguasaan teknologi seperti internet jika sebuah sekolah akan menerapkan metode CTL.Kami juga sudah melakukan pelatihan IT kepada beberapa guru yang ada di Kota Cimahi, jelas Dadang. Dia menyatakan, pada dasarnya guru-guru yang ada di Kota Cimahi menyambut baik program 100 hari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang diluncurkan Mendiknas Muhammad Nuh.

Salah satu program yang disambut baik itu, Dadang mengemukakan, yakni mengalokasikan pengadaan komputer yang memiliki jaringan internet kurang lebih sebanyak 30 ribu unit.Dengan pengadaan tersebut proses kegiatan belajar mengajar dapat lebih variatif.Dan tentu saja hal ini akan sejalan dengan sistem yang diterapkan seperti dengan metode CTL ini,pungkas dia. (radi saputro)Sumber: Seputar-Indonesia.Com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris