Meski Memiliki Keterbatasa Tak Halangi Lutfi Ukir Prestasi

3 Februari 2014 Berita Pendidikan


Perjuangan Luthfi Muawan luar biasa. Ia mampu membuktikan sebagai orang yang berprestasi di tengah keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk mengukir prestasi setinggi mungkin. Hal ini yang coba dibuktikan Luthfi Mu'awan, mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB.Tidak ada yang berbeda ketika melihat sosok mahasiswa angkatan 2011 ini.

Namun ternyata, Lutfi hanya menggunakan satu tangan dalam menjalankan berbagai rutinitasnya. Sebab, tangan kirinya tidak dapat digunakan sejak lahir. Namun, bukannya minder, Lutfi justru terpacu untuk membangun kepercayaan diri di tengah perbedaan dengan teman-temannya.

"Bapak saya selalu bilang, Tuhan itu Maha Adil. Kalau saya dilahirkan dengan kekurangan, pasti saya juga punya kelebihan. Tinggal saya yang harus mencari tahu dan menggali kelebihan saya agar bisa berhasil dan berprestasi," kata Luthfi seperti dikutip dari laman ITB, Senin (2/1/2012).

Tidak menganggap hal tersebut sebagai sebuah kekurangan, orangtua Lutfi, Imam Subekhi dan Fatonah tetap mendaftarkannya ke sekolah umum karena memiliki keyakinan terhadap anak mereka. Layaknya anak normal, Luthfi berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan baik di SD Negeri 1 Penaruban, SMP Negeri 1 Bukateja, Purbalingga, dan SMA Negeri 1 Purwareja Klampok, Banjarnegara.

Di balik keterbatasannya, sejumlah prestasi diukir Lutfi dalam berbagai bidang. Sebut saja, dengan meraih juara pertama Cultural Show dalam acara Earth Science Technology International Jamboree and Olympic (ESTIJO) pada Agustus 2010, meraih medali emas dalam Indonesian Young Scientist (INAYS) Competition pada Oktober 2010, menyabet medali perak dalam International Converence of Young Scientist (ICYS) di Moscow, Rusia, pada April 2011, menjadi peserta the Global Enterprise Challenge (GEC) di Singapura, pada Juni 2011, serta meraih medali emas dalam Asian Science Camp (ASC) di Daejeon, Korea Selatan, pada Agustus lalu.

Berbicara mengenai cita-cita, pemuda kelahiran 2 Juli 1993 ini memiliki sebuah keinginan sederhana. "Cita-cita saya adalah menjadi orang yang luar biasa dengan segala keterbatasan saya. Kemudian dapat membahagiakan orangtua dan membuat mereka bangga. Saya juga ingin menjadi inspirasi semua orang di dunia," tuturnya.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbgai sumber)