Berita Pendidikan
4 Oktober 2010

Menuju Sekolah Bertaraf Internasional

Deretan pohon cemara tampak tertata apik, tumbuh bersama pepohonan kecil lainnya, melingkari lapangan rumput yang terhampar hijau di SMA Angkasa yang terletak di Jalan Lettu Subagio 22 Bandung. Suasana sejuk dan asri membuat suasana belajar di sini begitu tenang dan nyaman.

"Alhamdulillah suasana belajar di sini cukup terjaga. Dalam arti, selain siswa disiplin, juga bisa belajar dengan nyaman," jelas Pak Yakut Adinoto, S.S., Kepala SMA Angkasa, kepada "GM".

Menurut beliau, saat ini SMA Angkasa tuh tengah mempersiapkan diri menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Untuk meraih SBI, emang enggak mudah sih karena pihak sekolah terlebih dahulu harus mengikuti program Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).

Pak Yakut menuturkan, ada beberapa hal yang tengah dipersiapkan untuk menjadikan sekolah yang dipimpinnya berstatus SBI. Pertama, peningkatan sumber daya manusia (SDM). Kemampuan bahasa Inggris para guru akan ditingkatkan karena untuk sekolah berstandar internasional. Terus, bahasa pengantar yang digunakan saat guru memberikan pelajaran adalah bahasa Inggris. Keren 'kan?

Tapi, bagaimana jika ada siswa yang enggak ngerti? Nah, untuk memudahkan siswa, sekolah juga menggunakan buku bi-lingual (buku dengan dua bahasa).

Udah gitu, upaya lainnya adalah melengkapi beberapa sarana penting berbasis teknologi seperti sarana audio visual dan teknologi informatika.

"Insya Allah dengan upaya ini tahun 2013 SMA Angkasa bisa mendapat predikat Sekolah Berstandar Internasional. Pada kesempatan ini kami meminta semua guru, staf, dan yayasan untuk bersama -sama bahu membahu mewujudkannya," ungkap Pak Yakut penuh semangat.

Meski belum sepenuhnya, sejak kini penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sejauh ini sudah berjalan, lo. Hal ini tentunya positif karena siswa SMA Angkasa menjadi termotivasi untuk bisa dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Namun, tidak hanya bahasa Inggris, rencananya, sih, ada bahasa asing lainnya seperti bahasa Jerman, Jepang , Arab, dan Mandarin. Wah, wah, wah mesti banyak belajar bahasa asing lagi, dong?

Ya, iya lah. Bahasa itu jelas penting karena merupakan jembatan komunikasi, apalagi kalo bicara globalisasi, semua punya kesempatamn luas untuk berkomunikasi dengan orang asing.

"Nah, untuk mengaplikasikanya kami memiliki program Widya Wisata yang dilakukan pada masa libur sekolah setiap tahunnya. Dengan begitu, siswa bisa menguji kemampuan bahasanya langsung dengan orang asing yang ada di daerah-daerah wisata," jelas Pak Yakut lagi.

Namun, di bidang-bidang lain -terutama di bidang keagamaan- SMA Angkasa juga tak mau ketinggalan. Setiap hari, sebelum belajar dimulai, siswa melakukan pengajian. Selanjutnya pada jam istirahat pertama siswa dianjurkan melaksanakan salat duha secara bergiliran. Peringatan dan perayaan hari besar keagamaan juga selalu dilakukan, lo, baik bagi yang muslim maupun non-muslim. "Kegiatan keagamaan sangat penting untuk pembangunan karakter siswa. Jadi, selain kegiatan rutin, peringatan hari besar ke agamaan juga selalu dilakukan. Ada banyak pesan moral yang bisa didapat oleh siswa dari kegiatan seperti itu," imbuh Pak Yakut.

Soal kegiatan eskul, jangan ditanya. SMA Angkasa juga punya 32 kegiatan eskul. Berbagai kegiatan olahraga seperti futsal, bola basket, bola voli, dan bela diri. Paduan suara dan teater juga ada di sini. Setiap akhir tahun, saat kenaikan kelas mereka selalu menampilkan kemampuannya di hadapan teman-teman, guru, bahkan orangtua mereka. Trus SMA Angkasa sempat menjadi juara pertama pidato bahasa Inggris tingkat nasional piala Pia Ardya Gharini di Jakarta.

"Inti eskul adalah kemandirian, proses membentuk karakter, dan disiplin. Dengan eskul yang ada tampaknya sudah cukup membantu," tukas Pak Yakut. (nana sukmana/"GM")**

Sumber: klik-galamedia.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris