Menristekdikti Tegaskan Larangan Pungli dan Kekerasan pada Lingkungan Kampus

23 Agustus 2016 Berita Pendidikan


Mohammad Nasir, selaku Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dalam beberapa waktu lalu kunjungan kerjanya di kampus Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat kembali menegaskan bahwasanya tindakan perpeloncoan senior ke mahasiswa baru dan pungutan diluar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sangat dilarang.

Hal tersebut Nasir katakana kala dirinya membuka Orientasi Maba UNSULBAR beberapa hari lalu. Pasalnya, dirinya sempat mendapat kabar bahwa pada masa pra-orientasi atau PKKMB, para mahasiswa Unsulbar diminta uang Rp300 ribu perorang. Tentu hal itu membuat dirinya marah.

Nantinya, Masa Orientasi Maba Unsulbar atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) berlangsung selama tiga hari kedepan. Namun, sejauh inibelum ada penjelasan resmi dari pihak kampus Unsulbar terkait permintaan uang tersebut.

Di lain kesempatan, penanggung jawab kegiatan PKKMB Unsulbar, Dr. Nasir Badu mengatakan bahwa pungutan itu diluar dari keputusan pimpinan kampus, serta bukan bagian dari kegiatan PKKMB. Menurutnya pungutan itu dikoordinir pihak lembaga kemahasiswaan dalam hal ini BEM Universitas dan Koperasi Mahasiswa (KOMPA).

Sejauh ini pula, pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas belum mau memberikan penjelasan kepada wartawan tentang dasar hukum pungutan dan akan dikemanakan uang ratusan juta yang akan terkumpul tersebut.

Jika dihitung-hitung, pungutan Rp 300 ribu per maba dikali total maba saat ini 1850 orang maka total dana yang akan dikumpul dari mahasiswa baru mencapai lebih 1/2 Milyar atau Rp 555 juta. Akan tetapai, sejauh ini diketahui belum ada surat keputusan rektor yang mendasari pemintaan dana ratusan juta tersebut.

Dalam kunjungannya, Nasir yang didampingi Dirjen Sumber daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti juga turut mengingatkan kepada seluruh elemen kampus, bahwa menurutnya mahasiswa era sekarang itu era kompetisi, era persaingan dan sama sekali tidak sejalan dengan pelonco dan pungutan.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)