Menristek: Pelaku Perjokian SBMPTN Akan Ditindak Tegas

12 Juni 2015 Berita Pendidikan


Seperti halnya menjadi suatu hal yang rutin setiap tahun. Tindak kecurangan pelaksanaan SBMPTN seperti perjokian kian marak terjadi di Indonesia. Kasus ini seakan santer terdengar ketika detik-detik menjelang pelaksanaan SBMPTN atau ujian masuk lainnya.

Dalam menanggapai hal ini, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir berjanji akan menindak tegas setiap kasus perjokian dalam pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.

Bukan hanya itu, M. Nasir juga menegaskan bahwa pelaku yang memberikan celah kasus perjokian semuanya akan diberikan sanksi tegas. Menurut Nasir, pihak universitas perlu memberikan pengawasan secara mendetail untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya joki dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Adapun oknum dari perguruan tinggi sendiri yang memberikan fasilitas atau celah akan diberikan sanksi tegas. Kalau pelaku mahasiswa dia akan dikeluarkan dari perguruan tinggi. Sementara bagi calon mahasiswa yang terindikasi menggunakan bantuan joki akan langsung didiskualifikasi sebagai peserta SBMPTN.

Menurut laporan yang ia terima kasus perjokian hanya ditemukan di Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mengenai modus pelaku seperti apa akan pihaknya dalami lebih jauh.

Menurut dia, secara terpusat untuk menghindari kasus perjokian ragam soal SBMPTN untuk masing-masing meja dibedakan dengan empat varian soal.

Kendati demikian, katanya, sesuai hasil peninjauan di beberapa perguruan tinggi negeri, secara umum pelaksanaan SBMPTN berlangsung dengan baik.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)