Mengajar 24 Jam Bukan Jadi Syarat Mendapat TPG Lagi

3 Juli 2017 Berita Pendidikan


Kewajiban 24 jam mengajar dalam seminggu tidak lagi menjadi persyaratan untuk mendapat Tunjangan Profesi Guru (TPG). Aturan ini sesuai dengan PP Nomor 19 tentang perubahan Nomor 74 tahun 2008 tentang guru.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Sumarna Surapranata mengatakan guru tidak akan lagi meninggalkan sekolah untuk pemenuhan beban kerja 24 jam tatap muka.

"Selama guru berada di sekolah dan/atau di luar sekolah untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, maka guru mendapatkan haknya untuk menerima tunjangan profesi," ujar Pranata.

Pranata mengatakan pemenuhan jam kerja selama 40 jam per minggu termasuk waktu istirahat selama setengah jam yang dilaksanakan keseluruhannya pada satu satuan pendidikan, dilakukan untuk melaksanakan beban kerja guru, yaitu 5M. Beban Kerja Guru tersebut paling sedikit memenuhi 24 jam tatap muka dan paling banyak 40 jam tatap muka dalam satu minggu.

Beban kerja guru 5M tersebut meliputi merencanakan pembelajaran atau pembimbingan; melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan; menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan; membimbing dan melatih peserta didik; dan melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)