Menerapkan TIK dalam Proses Pembelajaran, SMAN 39 Cijantung Banyak Mengukir Prestasi

11 September 2009 Berita Pendidikan


Suasana praktik belajar dan mengajar di SMA Negeri 39 Jakarta terasa nyaman dan tenang. Maklum lokasi sekolah yang berada di kawasan Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur itu tampak asri dan jauh dari kebisingan. Bahkan sekolah yang selalu menjadi pilihan masyarakat ini sudah dikenal sebagai sekolah anti-tawuran pelajar.

SMA Negeri 39 sendiri awalnya mulai berdiri tahun 1974 dengan nama SMA 14 Filial. Lalu pada 1 April 1979 resmi bernama SMA Negeri 39 Jakarta. Tahun 2005, SMA 39 menjadi sekolah plus tingkat provinsi berdasarkan SK Dinas Dikmenti DKI Jakarta No 206a. Dan, kini SMA 39 memperoleh akreditasi A untuk tahun 2009-2014. Selain itu, memperoleh sertifikasi ISO 9001: 2008 No QS 6769 tanggal 27 Februari 2009.

Tidak hanya itu, berbagai prestasi pun terus diraih para siswanya, mulai dibidang akademik hingga ke lomba-lomba yang bersifat ekstra. Yang terbaru misalnya, ketika Kontingen Olimpiade Sain Nasional (OSN) DKI Jakarta memperoleh Juara Umum OSN tingkat nasional tahun 2009 di Jakarta, siswa SMA Negeri 39 ikut andil dalam kejuaran tersebut.

Alhamdulillah kita patut bangga karena anak-anak kita bisa menyumbangkan medali emas dalam OSN, kata Kepala SMA Negeri 39 Dra Hj Hartini, MPd kepada Pelita, didampingi Management Representative (MR) Drs Riefdhal, MPd. Menurut dia, di sekolah ini dalam satu terakhir ini bidang ekonomi yang cukup menonjol. Puncaknya di ajang OSN tahun 2009 di Jakarta, para siswa dari SMA 39 mampu menyabet dua medali, yakni medali emas dan perak (bidang ekonomi). Selain IPS, ekonomi naik terus, IPA juga dari peringkat lima menjadi tiga.

Pretasi juga diukir para siswa SMA 39 diberbagai lomba, diantaranya Juara II kompetensi akuntansi tingkat SMA/MA se-Indonesia yang diadakan di UIN Jakarta tahun 2009. Peringkat sekolah pada ujian nasional juga membanggakan karena para siswanya lulus 100 persen dan memperoleh prestasi yang membanggakan. Empat tahun tarakhir lulus 100 persen.

Untuk peringkat sekolah ujian nasional tingkat DKI Jakarta di bidang IPA tahun 2008 peringkat lima dan tahun 2009 memperoleh peringkat tiga (untuk sekolah negeri). Dibidang IPS tahun 2008 memperoleh peringkat enam dan tahun 2009 ini memperoleh peringkat pertama.

Ketika ditanya, bagaimana untuk membina anak didiknya agar mampu mengukir prestasi tidak saja ditingkat lokal, namun juga di tingkat nasional? Melalui tangan dingin Hj Hartini selaku kepala sekolah, sejak siswa masuk sudah ada perekrutan. Ada tes awal untuk mengetahui siswa mahir dibidangnya.

Setelah itu, baru kita bimbing dan dimasukkan semacam kelas aquarium. Filosofinya, kalau ada lomba-lomba kita tinggal memilih anak-anak di kelas tersebut, ujar Hartini. Sisa dari hasil tes awal tersebut, para siswa dimasukkan ke dalam kelompok reguler. Itu dalam hal rekrutmen, ujarnya.

Menurut Hartini, dalam upaya memajukan SMA 39 saat ini sedang proses menjadi sekolah standar nasional (SSN) yang berkualitas. SSN kan banyak, tapi kami mengambil SSN yang berkualitas, katanya. Visi SMA 39 menjadi sekolah SSN yang berkualitas melalui bimbingan dan layanan pendidikan prima.

Misinya menumbuhkembangkan penghayatan terhadap ajaran agama sesuai dengan keyakinan serta pengamalannya, memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas, membentuk peserta didik menjadi lulusan yang kompetitif, cerdas, terampil, unggul, dan profesional dibidangnya serta berwawasan global, melaksanakan proses pembelajaran secara efektif dan efesien dengan memanfaatkan multy resourse dan bahan ajar yang berbasis ICT, menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, dan menghasilkan karya dengan memanfaatkan perpustakaan dalam proses pembelajaran dan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran dan administrasi pengelolaan sekolah.

Para lulusan SMA 39 sudah banyak yang menjadi orang besar. Rata-rata lulusan dari sekolah diterima di UI, IPB, UGM, Unpad, Undip, Unair, dan lain-lain. Yang paling banyak kalau perguruan tinggi negeri, banyak diterima di UI. Dan, yang paling banyak para lulusan masuk ke Akabri, ujar Hartini.(norhakim)

Sumber: Harian Umum Pelita (pelita.or.id)