Mendiknas: Tak Ada SKS di SMP dan SMA

30 Agustus 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh memastikan tidak akan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) di jenjang SMP dan SMA. Pasalnya, kesiapannya harus dikaji dan dipertimbangkan terlebih dulu.

Jika diterapkan di jenjang SMP atau SMA kan ada Ujian Nasional (UN). Ini berarti harus mengubah sistem UN yang setahun bisa dua atau tiga kali, jadi kecil kemungkinan diterapkan sekarang, ujar Mendiknas, Minggu (29/8).

Sistem SKS ini, kata Mendiknas, selain harus mempersiapkan fasilitas kelas, juga kesiapan guru yang akan mengajarnya. Kalau orang mengambil sistem SKS, prinsipnya setiap pelajaran harus bisa dipindah ke setiap semester lainnya. Kalau dipindah, apakah gurunya ada, dan ruang kelasnya juga ada? Karena kalau mata pelajarannya dipindah harus siap dengan ruang dan guru yang mengajarnya, jelasnya.

Namun Mendiknas mengakui, memang ada pemikiran atau kajian tentang sistem SKS ini. Akan tetapi, apakah itu langsung bisa diterapkan. Saya kira tidak, tegasnya.

Besar kemungkinan karena tidak prioritas dan tidak cukup, kata Mendiknas, maka kajiannya tak cukup hanya dua atau tiga tahun. Persoalan yang lain seperti pemerataan disparitas pendidikan. Lalu soal rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan soal SBI. Itu juga masih jadi masalah. Sekarang ada usulan baru lagi. Jelas, itu akan menambah masalah, cetusnya.

Paling tidak, kata Mendiknas, sistem SKS tersebut harus memasukan sisi karakter. Juga memasukan soal inovasi dan kreativitas. Karena itu, sistem SKS tidak bisa dalam waktu dua atau tiga tahun ke depan, tandasnya. (Dieni)

Sumber: poskota.co.id