Mendiknas, Berbenahlah...

22 Oktober 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Beberapa elemen masyarakat, guru, dan pemerhati pendidikan yang tergabung dalam Koalisi Pendidikan menilai, rapor Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh masih berkelir merah. Masih ada waktu tiga tahun untuk Mendiknas berbenah diri melakukan perbaikan-perbaikan.

Elemen-elemen tersebut antara lain Indonesia Corruption Watch (ICW), Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan, serta Kelompok Kajian Studi Pendagogik Transformatif. Mereka sengaja berkumpul untuk mengkritisi satu tahun kinerja Mendiknas Mohammad Nuh melalui diskusi "Satu Tahun Menteri Pendidikan Nasional: Rapor Merah Bagi Menteri Pendidikan", Kamis (21/10/2010), di Jakarta.

Disimpulkan dalam diskusi tersebut, bahwa program satu tahun Mendiknas dan jajarannya di Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tidak relevan dengan kebutuhan dan permasalahan-permasalahan dalam pendidikan nasional. Program satu tahun Kemdiknas banyak mengabaikan faktor penting dalam pendidikan seperti guru dan peserta didik.

Selain itu, program ataupun kebijakan Kemdiknas lebih banyak menimbulkan kontroversi, seperti tetap mempertahankan UN yang jelas-jelas oleh Mahkamah Agung (MA) telah diputuskan untuk ditiadakan. Program RSBI juga dinilai kian menimbulkan kastanisasi dunia pendidikan dan menyebabkan insan-insan pendidikan di dalamnya berlomba-lomba melakukan korupsi.

Dalam satu tahun memimpin jajarannya, kinerja Mendiknas dinilai masih jauh dari harapan. Harapan tersebut terutama untuk membawa perbaikan-perbaikan dalam pendidikan nasional.

Ade Irawan dari ICW mengatakan, Mohammad Nuh bukan sosok "baru kemarin" menjabat menteri. Sebelumnya, Nuh pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi.

"Kami menilai, rapor Mendiknas dan kementriannya masih merah. Jika diibaratkan dengan rujukan nilai ujian nasional atau UN, Kemdiknas mendapat nilai 2,5. jadi belum lulus," imbuh Ade.

Namun demikian, kata Ade, masih ada tiga tahun ke depan periode kerja Mendiknas. Selama itulah, kata dia, kinerja Mendiknas dan jajarannya diharapkan bisa lebih baik.

"Semoga ke depan semua siswa bisa memiliki hak pendidikan untuk sekolah gratis dan memiliki pendidikan berkualitas," ujarnya.

Sumber: kompas.com