Mendikbud Selidiki Kasus Siswa Meninggal Setelah MOS

4 Agustus 2015 Berita Pendidikan


Berita saat ini sedang hangatnya membahas seorang siswa SMP Bekasi meninggal setelah pulang dari Masa Orientasi Sekolah. (MOS). Diketahui dari keluarga siswa, ia mulai sakit setelah diminta berjalan sejauh 4 km saat MOS tersebut.

Menanggapi kasus tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi penyebab kematian siswa SMP di Bekasi tersebut.

"Kasus ini akan kami tuntaskan sesudah investigasi lengkap. Kami ingin tahu apa yang terjadi," kata Anies.

Mantan rektor Universitas Paramadina Jakarta tersebut menegaskan, dari awal pihaknya telah melarang adanya perpeloncoan dalam kegiatan MOS itu. Hal tersebut telah tercantum dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 59389 Tahun 2015 yang sudah dikirimkan ke seluruh sekolah.

Dikabarkan siswa tersebut meninggal 23 hari sesudah MOS berakhir. Sekolah pun sempat membatah kematian siswa diakibatkan kegiatan MOS karena jarak hari yang jauh tersebut. Anies mengatakan jika berdasarkan investigasi kematian Evan akibat MOS maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak sekolah.

"Kalau memang terjadi karena MOS maka Kepala Sekolahnya harus ditindak, bisa langsung berhentikan, digantikan posisinya. Kalau sekolah swasta, izinnya bisa dicabut," katanya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)