Mendikbud: PMP Masih Dikaji, Jangan Sampai Menambah Pelajaran

12 Desember 2018 Berita Pendidikan


Tidak sedikit dukungan muncul, agar mata pelajaran (mapel) Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali diajarkan di sekolah-sekolah. Mapel tersebut digulirkan untuk melahirkan generasi yang memiliki wawasan dan pemahaman kebangsaan yang baik. Disamping itu, juga menentukan karakter dan moralitas anak didik dan kondisinya sangat mendesak saat ini. Kini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang mengkaji menerapkan mapel PMP yang rencananya diterapkan mulai 2019.

Mendikbud Muhadjir Effendy dalam siaran persnya mengatakan; Penerapan mata pelajaran PMP sedang dikaji. Kita masih carikan solusi jangan sampai menambah pelajaran. Kemungkinan, bila PMP jadi diterapkan di tahun ajaran 2019, maka tidak menjadi mapel yang berdiri sendiri, bisa juga disisipkan dengan PKn (Pendidikan Kewarganegaraan).

Dikatakan, untuk penerapan kembali mata pelajaran PMP, Kemendikbud meminta saran dari berbagai pihak. Ditandaskan, PMP merupakan wujud penanaman nilai-nilai Pancasila yang dapat diberikan sejak Taman Kanak-kanak (TK). Akan ada tema-tema yang lebih konkret. Pada prinsipnya kita sangat terbuka menerima masukan.

Dalam penerapan mata pelajaran PMP, di mulai dari penanaman nilai-nilai, selanjutnya akan ada turunannya menjadi etika. Kemudian diturunkan lagi menjadi norma, dan diturunkan lagi menjadi perilaku. Misalkan musyawarah atau menghargai pendapat orang lain sudah ditanamkan sejak di TK.

Dalam penerapan nilai-nilai Pancasila, jika ditambahkan dengan moral, maka menjadi lebih spesifik penerapannya, yaitu penanaman nilai. Kita bersyukur dengan bangsa Indonesia yang luar biasa, dengan bangsa yang besar ini bisa menjadi satu. Kuncinya adalah kita punya ideologi yaitu Pancasila. Ini karya yang luar biasa dari para pendiri bangsa.

Mendikbud mengajak berbagai pihak untuk memberikan masukan dalam penerapan Pendidikan Moral Pancasila. Ia berharap PMP dapat diterapkan di tahun 2019, dengan kajian yang matang, dan masukan dari berbagai pihak. Serta mengikuti perkembangan dan tantangan zaman.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagi sumber)