Mendikbud: Pembangunan SMK Harus Disesuaikan dengan Potensi Daerah

24 Juni 2015 Berita Pendidikan


Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kali ini harus disesuaikan dengan potensi daerah. Begitulah ucapan yang dipaparkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Jakarta. Anies menjelaskan bahwa kapasitas dan kualitas SMK harus ditingkatkan. Penguatan SMK akan mampu mendorong persaingan Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Anies juga menekankan masalah yang perlu segera dibenahi adalah percepatan pembangunan fisik dan kualitas SMK. Ia menambahkan bahwa pembangunan SMK juga harus berpedoman pada nilai kebhinekaan.

"Kebhinekaan di sini bukan dalam arti identitas tapi menghargai perbedaan tantangan di setiap daerah," tambah dia.

Oleh karena itu, menurut Anies, pembangunan SMK harus melihat potensi daerah masing-masing. Pihaknya tengah mendorong pembangunan SMK yang sesuai dengan potensi di daerahnya, yang kerap terjadi sudah ada SMK namun bidang tersebut tidak ada di daerah tersebut. Maka dari itu pemerintah ingin meningkatkan potensi daerah, bukan sedang mengosongkan tenaga terampil dari daerah tersebut.

Mendikbud Anies juga mengatakan bahwa jangan semata-mata menyalahkan lulusan SMK jika penyerapan tenaga kerja sedikit, masalah tenaga kerja harus dilihat dalam konteks yang luas.

"Ketika kita bicara pengangguran sebenarnya kita bicara ketersediaan dan kebutuhan, ketika kebutuhan tetap maka akan terjadi terjadi penurunan. Maka harus dilihat dua faktor itu, jangan hanya dari SMK saja."

Tak hanya pembangunan SMK yang difokuskan, Mendikbud Anies juga menegaskan komitmennya dalam pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Karena PAUD yang berkualitas sangatlah dibutuhkan anak-anak bagi perkembangannya.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)