Mendikbud: Pembangunan SDM Menjadi Fokus Pemerintah di Tahun 2019

7 Maret 2019 Berita Pendidikan


Dalam rangka diseminasi capaian pembangunan pendidikan dan pemajuan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut di Gedung Serbaguna Tanjung Senai Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan pada (3/3/2019) mengatakan bahwa pemerintah bersama masyarakat harus bersinergi demi percepatan pembangunan. Dan kita berupaya terus untuk meningkatkan ke depan, mempercepat agar kita segera menjadi bangsa yang besar, maju, setara dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju.

Mendikbud mengakui, masih ada beberapa kekurangan di dalam dunia pendidikan di Indonesia. Akan tetapi hal tersebut diyakini dapat teratasi dengan baik. Memang masih banyak persoalan pendidikan termasuk guru honorer, masih banyak sekolah yang rusak, buku-buku yang masih kurang. Akan tetapi akan terus kita perbaiki dan sempurnakan untuk kedepannya. Yang penting mari kita sepakat, kita bertekad untuk terus menjaga kelangsungan pembangunan yang sekarang sedang bergerak cepat. Selanjutnya, Mendikbud mengingatkan bahwa dalam setiap kesempatan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, selalu menyampaikan bahwa mulai tahun 2019 pemerintah tidak hanya memperhatikan pembangunan infrastruktur melainkan juga mulai memperhatikan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pembangunan SDM, pertama harus sehat dulu dan kemudian pintar. Oleh karena itu, pemerintah bertekad mulai tahun 2019 dan kedepannya, kita akan fokus membangun SDM.

Salah satu perwujudan dari fokus pembangunan SDM ini, adalah dengan peningkatan jumlah Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sebelumnya, penerima KIP hanya sampai jenjang SMA/SMK. Kini penerima KIP sudah menjangkau hingga jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, kepada semua siswa penerima KIP, saya mohon supaya belajar sungguh-sungguh sehingga bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa melanjutkan sampai perguruan tinggi.

Tidak hanya sebatas pemberian KIP, pembangunan SDM juga dilakukan dengan pembangunan fisik dan peningkatan mutu sekolah yang terus dipacu sehingga nantinya seluruh peserta didik di Indonesia bisa memperoleh fasilitas dan kualitas pendidikan yang sama. Selanjutnya, untuk pembangunan gedung-gedung sekolah terus kita pacu, kita percepat. Mudah-mudahan seluruh Indonesia nanti akan memiliki gedung-gedung yang sama, dan kualitas guru juga sama.

Dalam kesempatan ini, Bupati Ogan Ilir (OI), Ilyas Panji Alam, memberikan apresiasi kepada Kemendikbud yang telah memberikan perhatian dan bantuan pada Pemerintah Daerah Kabupaten OI. Bantuan ini, antara lain, pemberian 800 unit komputer serta 200 server kepada 70 sekolah dalam rangka pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), serta peningkatan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2019 sebesar 200%, dibanding DAK tahun 2018. Ditambahkan Ilyas, pada tahun 2019, Kabupaten OI menerima DAK, untuk jenjang SD sebesar Rp43.181.767.000, dan SMP sebesar Rp30.038.000.000.

Selain bantuan tersebut, Ilyas mengemukakan, sepanjang tahun 2018, Pemerintah Kabupaten OI, telah menerima bantuan dari pemerintah pusat, antara lain: (1)Dana DAK SD dan SMP berjumlah Rp27.000.000.000; (2)Bantuan Pemerintah jenjang SD untuk 9 SD dengan total Rp2.308.220.208; (3)Bantuan pemerintah jenjang SMP untuk 17 SMP dengan total Rp10.762.662.000; (4)Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD untuk 361 lembaga PAUD dengan total Rp7.518.600.000; (5)Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 264 SD, dan 80 SMP, dengan total dana Rp49.432.800.000, dan; (6)Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SD untuk 17.178 siswa dengan total dana Rp7.109.100.000, dan jenjang SMP untuk 6.275 siswa dengan total dana Rp3.752.625.000.

Untuk memeriahkan acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten OI menyelenggarakan Festival Pindang, diikuti lebih dari 900 gerai, terdiri atas 700 gerai perwakilan sekolah, 30 gerai UPD, 8 gerai PKBM, dan 6 gerai PKK Ogan Ilir serta desa. Masing-masing gerai membawa 8 porsi pindang ikan untuk dimakan masyarakat bersama-sama. Festival Pindang ini memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Oleh: Josua M
(Dikutip dari kemdikbud.go.id)