Mendikbud Muhadjir Effendy Klaim Capaian Tiga Tahun Kinerja Sesuai Nawacita

26 Desember 2017 Berita Pendidikan


Memasuki tahun ketiga pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sejumlah peningkatan mutu pendidikan. Sejumlah program prioritas yang sesuai dengan implementasi Nawacita juga telah dilahirkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut, program-program yang telah dijalani oleh Kemendikbud antara lain; Program Indonesia Pintar (PIP), revitalisasi pendidikan kejuruan, dan penguatan pendidikan karakter (PPK) serta peningkatan Ujan Nasional. Pada program PIP, tahun ini target penerima juga telah diperluas. Menjangkau anak-anak yatim, yatim piatu, dan anak-anak yang tinggal di panti asuhan, dan peserta didik non formal.

Dengan begitu upaya negara untuk memastikan pendidikan setiap anak Indonesia bisa terwujud. Tercatat, pada 2015 PIP diberikan kepada 17.920.270 anak. Namun, kala itu anak yang masuk PIP belum ditandai dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kemudian, pada 2016, penerima PIP meningkat menjadi 17.920.380 anak. Saat itu program juga telah ditandai dengan KIP sebanyak 17.927.308 kartu dan pencetakan kartu berdasar basis data terpadu. Tahun 2017 diberikan ke 17.927.380 anak, prioritas bagi pemegang KIP yang terdaftar di DAPODIK termasuk siswa yatim, piatu, dan siswa di panti asuhan.

Pada 2017 pun ditandai dengan KIP yang juga bisa berfungsi sebagai kartu ATM. Penyalurannya melalui rekening tabungan simpanan pelajar penerima PIP. Selanjutnya, terkait dengan revitalisasi pendidikan kejuruan, pihaknya telah melakukan sejumlah target revitalisasi sesuai Inpres Nomor 9 tahun 2016, yakni mendekatkan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri. Struktur kurikulum di SMK juga kita selaraskan dengan dunia industri dan usaha melalui SKKNI (standar kompetensi kerja nasional Indonesia).

Muhadjir Effendy mengatakan, dalam revitalisasi itu sebanyak 12.750 guru telah dilatih menjadi guru produktif. Selain itu, sebanyak 15.000 guru program keahlian ganda pun direkrut. Kemendikbud juga bekerja sama dengan delapan Kementerian/lembaga, 16 dunia usaha dan industri. Tak hanya itu, 3.574 industri juga bekerjasama dengan SMK. Sekarang ini sudah ada 142 bidang keterampilan yang sudah terstandarisasi melalui SKKNI.

Kemendikbud pun membuat 219 SMK rujukan, 421 SMK menjadi lSP-P1, dan 6 PPPPTK menjadi LSP-P2. Selain itu sebanyak 1.304 lembaga kursus menjaditempat uji kompetensi (TUK). Selain itu, dalam revitalisasi SMK memberikan bantuan untuk SMK prioritas, yakni ada 89 SMK Kelautan dan Maritim, kemudian 116 SMK pariwisata, dan ada 132 SMK pertanian. Ini sesuai dengan oleh Presiden yaitu ada empat bidang yang dibuka dan diberi pembinaan intensif.

Untuk penguatan pendidikan karakter (PPK), Muhadjir membeberkan, hal ini telah dirintis sejak 2016. Sehingga saat ini status hukumnya ditingkatkan dengan Perpres Nomor 87 tahun 2017. Kita punya landasan kuat untuk implementasi pendidikan karakter itu dan sekarang perkembangannya, sudah ada 60 ribu sekolah lebih yang melalui kelompok bantuan kerja guru dan KKBNP, dan kepala sekolah untuk kita latih mendesain sekolahnya masing-masing yang berbasis penguatan karakter. Tak hanya itu, pihaknya juga mulai menyelaraskan beban kerja guru dengan beban kerja PNS yaitu 40 jam per minggu dan statusnya ditingkatkan menjadi manager sekolah. Dan juga penguatan peran komite sekolah dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah.

Kemudian, terkait dengan ujian nasional (UN), pada UNBK tahun ini melibatkan 33.448 sekolah dibandingkan pada tahun sebelumnya hanya 4ribu sekolah jadi ada kenaikan 700 persen. Peserta UNBK sebesar 49 persen, 80 persen untuk SMA/SMK, sedangkan untuk SMP baru 40 persen, dan tahun 2018 kita berharap untuk SMP sekitar 80 persen target kita. Pihaknya juga memperkenalkan ujian nasional berstandar nasional (USBN) untuk mata pelajaran yang tidak diujikan pada ujian nasional. Selama ini ujian sekolah tidak ada standarnya, mulai kini kita standarisasi dengan standar nasional yang berlaku. Sebanyak 70 persen daerah mendapatkan indeks integritas ujian nasional tinggi. Namun persoalan mendasar dan selalu menjadi isu, nyaris selesai yakni soal kebocoran, keterlambatan soal, dan ketidakjujuran.

Kemedikbud pun mencatat selama tiga tahun kinerja terkait sarana dan prasarana sebanyak 1.191 membangun unit sekolah baru, 239 SD dan SMP satu atap, 52 SMP berasrama, 25 asraman PKLK, 27.671 ruang kelas baru, 4.646 perpustakaan, 379 ruang UKS, dan rehabilitasi 67.253 ruang belajar. Kemudian guru garis depan, tahun 2016 ada 798 guru, 201 7 tahun ini 6.296 guru garis depan, dan tahun depan 2018 akan mengangkat lagi 2.086 guru garis depan. Ini di luar rencana pengangkatan guru reguler.

Selain itu, dalam tiga tahun pemerintahan dalam pemajuan kebudayaan yakni merevitalisasi 132 museum, membangun 13 museum, merevitalisasi 57 cagar budaya, merevitalisasi 34 Taman budaya, memfasilitasi 1,115 komunitas, memfasilitasi 1.083 saranan kesenian, dan terdapat 558 pencatatan warisan budaya tak benda.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)