Mendikbud Minta Agar Siswa Tidak Memakai Atribut Aneh Saat MOS

1 Agustus 2015 Berita Pendidikan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meminta agar pihak sekolah tidak menyuruh siswa baru mengenakan atribut yang aneh-aneh pada pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS).

"Apa maksudnya mengenakan atribut aneh-aneh seperti ini. Ini seperti mengarah ke perpeloncoan," ucap Anies.

Sejumlah siswa baru di sekolah itu mengenakan tas karung goni, tali sepatu dari rafia, kaos kaki warna-warni hingga papan nama dari kardus. Mendikbud juga meminta pihak sekolah dan para siswa tidak mediamkan kekerasan atau praktik janggal saat MOS.

"Bukan saatnya lagi kita diam dan mendiamkan. Laporkan jika memang terjadi kekerasan di sekolah pada saat MOS." ujar Anies.

Permasalahannya, banyak orang tua maupun siswa korban kekerasan yang diam dan mendiamkan. Laporan pelanggaran dapat disampaikan ke mopd.kemdikbud.go.id.

Dia menambahkan MOS haruslah diisi dengan hal-hal yang mendidik, bukan dengan praktik-praktik menyimpang. "Kami akan mengawasi praktik MOS yang terjadi di sekolah," tukas Mantan Rektor Paramadina itu, menegaskan.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)