Mendikbud Lantik Kepala P4tk Bidang Mesin dan Teknologi Industri

15 Mei 2019 Berita Pendidikan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, kembali melantik 88 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas, serta 10 pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Supriyono dilantik menjadi Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Mesin dan Teknologi Industri (BMTI), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Seperti kita ketahui di Kemendikbud kita tradisikan tour of duty dan tour of area. Agar suasana kerja menjadi semakin dinamis dan segar.

Mendikbud berpesan agar pejabat yang baru dilantik dapat bertanya sebanyak-banyaknya kepada para pejabat lama. Sehingga dapat memahami situasi dan kondisi, serta menghadirkan terobosan yang positif dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Kalau Saudara saya tugaskan di tempat yang baru, maka itu artinya saya inginkan adanya penyegaran, kreasi, dan inovasi di tempat itu.


Supriyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Setditjen Dikdasmen) ini bertekad mempertahankan capaian P4TK BMTI. Salah satunya adalah pengakuan dan penghargaan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada tahun 2018. Mendatang, dalam bidang administrasi, ditargetkan unit kerja yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat ini dapat menjadi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).


Kemudian, untuk meningkatkan kualitas pendidik, Supriyono akan segera mengembangkan program-program terobosan. Khususnya dalam pemagangan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) bagi para guru kejuruan. Jangan sampai pendidik ketinggalan jauh tentang penguasaan teknologi. Apalagi dengan anak didiknya.

Sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo, Kemendikbud melalui Ditjen GTK terus meningkatkan jumlah guru-guru terampil atau produktif. Sehingga mereka dapat membimbing siswa dalam menghadapi persaingan global dan revolusi industri 4.0. Pembekalan kepada guru itu tidak boleh sepotong-sepotong. Jadi nanti kita akan membuat studi-studi terkait peningkatan kualitas pembelajaran. Kita tidak perlu malu untuk bertanya dan belajar dari pihak lain, khususnya dari DUDI.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari kemdikbud.go.id)