Mendikbud Akui Masih Ada Kekurangan PPDB Sistem Zonasi

17 Juli 2017 Berita Pendidikan


Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi menemukan kendala. Mulai dari server komputer yang tak berfungsi maksimal hingga adanya praktik jual beli kursi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy tak menampik masih ada kekurangan dalam penerapan sistem zonasi tersebut. Ia pun berjanji akan menyempurnakan di tahun mendatang. Memang masih banyak kekurangan. Tapi bukan berarti kita tidak maksimal. Ini akan dievaluasi dan disempurnakan di tahun depan.

Muhajir menyampaikan, PPDB menuai banyak kritikan dari orang tua murid. Hal itu dikarenakan minimnya informasi yang mereka peroleh. Banyak mereka yang kaget (dengan sistem PPDB zonasi) lalu komplain. PPDB sistem zonasi bertujuan untuk menghapus kasta di tingkat sekolah. Tak dipungkiri, sekolah favorit didominasi dengan siswa dari kalangan ekonomi atas dengan fasilitas yang hampir sempurna. Sedangkan, sekolah non-favorit biasanya diisi oleh siswa dengan nilai biasa-biasa saja dan fasilitas yang standar pula. Inilah yang hendak dihilangkan.

PPDB zonasi melihat siswa tak hanya dari nilai akademik semata. Tapi juga dari jarak tempat tinggal siswa. Siswa yang tinggal dan mendaftar di sekolah yang berada di zona itu harus diterima, tidak boleh ditolak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)