Mendikbud Ajak Pelajar Islam Indonesia Rawat Kebinekaan

9 Mei 2019 Berita Pendidikan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi peran Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam membangkitkan semangat para pelajar dalam berkemajuan. Mendikbud menitipkan pesan kepada para kader PII agar berperan aktif merawat kebinekaan, kerukunan, dan persatuan sebagai modal bangsa Indonesia menjadi negara besar dan maju. Pelajar Islam Indonesia itu mewakili tiga hal. keterpelajaran, keislaman, dan ke-Indonesiaan. Ketiganya harus berkeseimbangan.

Dikatakan Muhadjir, pada peringatan Hari Bangkit PII ke-72, di Aula Mesjid Raya Al Akbar Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (4/5/2019). Ada banyak negara yang memiliki pendapatan domestik bruto yang besar, tetapi luas wilayah dan jumlah penduduknya tidak sebesar Indonesia. Kekayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar tercermin dari banyaknya suku bangsa dan ragam budaya dari tiap daerah.


Mendikbud mengimbau agar para kader PII juga belajar dengan bersungguh-sungguh agar mampu menghadirkan kreasi dan terobosan. Selain itu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini berharap agar kader PII juga mampu meningkatkan imunitas terhadap paham dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi. Kader PII harus bisa mempelopori penggunaan media sosial yang baik, yang bijak, dan santun. Pembangunan infrastruktur, adalah prasyarat pembangunan. Setelah cukup banyak membangun infrastruktur strategis di berbagai wilayah tanah air, fokus pemerintah saat ini telah beralih ke pembangunan manusia. Hal tersebut dilakukan untuk membuat Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing. Saya minta PII bersama organisasi pelajar lain dapat merespons kebijakan pemerintah ini.

Asisten Deputi bidang Kewirausahaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Gunawan, menyampaikan saat ini sebanyak 23 kementerian yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Perekonomian terus mendorong penumbuhan minat kewirausahaan pada generasi muda. Kerja sama antarlembaga beserta pemerintah daerah dan lembaga masyarakat bertujuan menghadirkan sebanyak-banyaknya pengusaha pemula dari kalangan pemuda.

Mendikbud berharap agar penumbuhan minat kewirausahaan dapat dimulai sejak dini. Berbagai metode pembelajaran kewirausahaan dapat diterapkan di sekolah, maupun di keluarga dan masyarakat. Kepada adik-adik pelajar, anak-anakku sekalian, jadilah pribadi yang berani mengambil risiko, tahan banting, dan percaya diri.

Peringatan Hari Bangkit PII ke-72 mengambil tema Merawat Indonesia dengan Pendidikan Berkeadaban dan Ekonomi Berkeadilan. Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Narada, berharap agar PII sebagai organisasi dapat berperan lebih banyak untuk pelajar Indonesia. Menurut Nasrullah, PII dapat berkontribusi memetakan persoalan-persoalan pelajar di tingkat daerah sampai tingkat nasional. Untuk kemudian memberikan rekomendasi solusi yang dapat dikerjakan bersama-sama oleh pemerintah maupun masyarakat. Kita berharap adik-adik pelajar yang masih usia SMP dan SMA ini dapat menjadi pemimpin, 10 atau 20 tahun ke depan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari kemdikbud.go.id)