Menciptakan SDM Siap Kerja, JK Minta SMK Diperbanyak

6 April 2015 Berita Pendidikan


Sekolah Menengah Kejuruan kini kian diminati banyak siswa SMP yang ingin mempunyai keahlian khusus di bidang tertentu. Tidak seperti dahulu, SMK kini tak lagi dipandang sebelah mata. Karena dengan adanya SMK, akan ada lulusan-lulusan yang siap terjun ke dunia industri sehingga angka pengangguran dapat berkurang.

Menyambut hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla minta pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) kian diperbanyak.

"Kalau untuk mencari kerja yang membutuhkan keahlian, itu ada di SMK. Maka kenapa SMK harus lebih banyak daripada sekolah umum, kalau tidak demikian maka sekolah (umum) itu bisa jadi pabrik pengangguran," paparnya dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Depok, Jawa Barat.

JK mengatakan pemerintah mesti segera meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan agar bisa menghasilkan sumber daya manusia yang siap kerja, khususnya di bidang industri.

"Kalau kita tidak siap dari sekarang, industri itu nanti pusatnya akan ada di Thailand dan Malaysia. Oleh karena itu kita usahakan anggaran, dan gurunya juga harus disiapkan dari sekarang, diadakan pelatihan," tukasnya.

Penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, percepatan peningkatan mutu dan akses pendidikan, serta peningkatan efektivitas tata kelola birokrasi dan pelibatan publik kini tengah menjadi prioritas dalam pembahasan yang dilakukan oleh Kemdikbud dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015.

Konferensi tahunan tersebut akan membahas tujuh hal pokok yaitu Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun, Penguatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru, Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini, serta terkait kurikulum, buku dan Ujian Nasional 2015.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)