Maraknya Pungli di Sekolah Kemendikbud Bentuk Tim Investigasi

1 Maret 2012 Berita Pendidikan


DEPOK - Agar tidak terjadi bocornya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka Kementerian Pendidikan dan Budaya, Muhammad Nuh akan membentuk tim investigasi. Pembentukan tim itu dilakukan setelah adanya permintaan dari Wakil Presiden Boediono agar Pemerintah Daerah memonitor pendistribusian dana BOS tepat sasaran.

"Kami menjunjung tinggi prinsip integritas, akuntabilitas dan transparasi manajemen. Salah satunya yakni dengan menyusun Peraturan Mendikbud No 60 tahun 2011 sebagai payung hukum pelaksanaan BOS. Aturan itu dibuat agar distribusi BOS tepat sasaran atau tidak. Karena itu kami membentuk tim investigasi di tiap daerah," kata Nuh dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2012 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusdiklat Pegawai) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Bojongsari, Depok, Selasa (28/02/2012).

Dikatakan Nuh, tim dari Tim Inspektorat itu dibentuk juga untuk mengetahui kepatuhan terhadap Pemendikbud tersebut. Tim tersebut akan melakukan investigasi ke sekolah-sekolah. Investigasi itu dilakukan karena banyak ditemukan pungutan liar di sejumlah sekolah. Pungutan liar tersebut marak terjadi menjelang tahun ajaran baru maupun penerimaan siswa baru.

"Pungutan liar itu marak terjadi menjelang tahun ajaran baru, pada Maret, April, dan Mei. Ini harus diawasi dan jangan sampai terjadi lagi," tuturnya.

Sementara itu, dalam acara tersebut Boediono menyatakan bahwa negara telah mengalokasikan anggaran pendidikan dan kebudayaan sebesar 20 persen.

Anggaran itu digunakan untuk kemajuan generasi penerus bangsa, serta bagi tenaga pendidik yakni guru. Oleh karena itu, pihaknya meminta dana tersebut untuk tidak diutak-atik dan jangan dibocor-bocorkan.

"Guru dan pejabat pendidikan harus kembalikan ini dalam bentuk pelayanan dan pendidikan, camkan itu karena ini sangat penting. Jika disalahgunakan, dosa kita tanggung tak hanya pada administrasi keuangan, tetapi pada bangsa, jadi dobel dosanya," tandasnya.

Sumber: wartakotalive.com