Maraknya Kasus Penahanan Guru, PGRI Menilai Sekolah Tak Lagi Jadi Tempat yang Nyaman

20 Juni 2016 Berita Pendidikan


Terkait kasus yang terjadi beberapa waktu yang lalu yaitu penahanan guru atas pengaduan wali murid menyisakan keresahan para guru termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pelaksana Tugas Ketua Umum PGRI Unifah Rasidi, mengatakan bahwa kini sekolah tak lagi tempat yang nyaman bagi guru untuk mengajar.

Kini para guru merasa bahwa ada nilai-nilai yang berubah pada perspektif masyarakat akan peran guru dalam mendisiplinkan murid serta banyak pula pemahaman yang salah terkait peraturan sekolah.

Tak hanya itu, sekolah yang awalnya menjadi sebuah wadah bagi guru dalam mendidik, menanamkanbudi pekerti, membentuk karakter, dan nilai-nilai disiplin dan kerja keras siswanya, kini menjadi tempat yang sering disalahartikan oleh berbagai pihak terutama wali murid.

Untuk itu, Unifah mengatakan bahwa PGRI meminta para guru untuk mengubah metode mengajar yg lebih ramah pada anak. Guru-guru diminta mempelajari dan mencermati aturan, serta diminta memperkuat kompetensi pribadi dan sosial dalam menghadapi peserta didik yang seringkali menguji kesabaran guru.

Akan tetapi, sama halnya dengan yang lain, guru juga merupakan manusia tempat salah dan dosa. Unifah melanjutkan bahwa jika guru khilaf atau kurang sabar dalam menjalankan tugas, maka pihaknya meminta agar masyarakat menghormati pekerjaan guru tersebut. Tidak langsung sekonyong-konyong memenjarakan para guru atau dilaporkan sepihak oleh wali murid. Menyelesaikan secara musyawarah atau dimediasi dengan kepala sekolah, orang tua, dan pihak terkait jauh lebih bijak dan terpelajar ketimbang memenjarakan guru tersebut.

Dengan begitu, kedepannya tidak ada lagi guru yang mengajar di bawah tekanan serta tidak tenang dalam bekerja. Lagipula, dalam mendidik siswanya, tidak ada seorangpun guru berniat untuk mencelakakan anak didiknya sendiri.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)