Marak Pungli Sekolah, Kemendikbud Luncurkan Situs Pengaduan Pungli

5 Juli 2016 Berita Pendidikan


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)meluncurkan situs pengaduan pungutan liar (pungli) di sekolah. Sehingga pungutan liar yang sering dikeluhkan siswa atau orang tua, bisa diadukan ke Kemendikbud lewat situs ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap pungli di sekolah yang memberatkan orangtua dan siswa.

"Jangan ada lagi pihak yang memandang siswa sebagai pundi-pundi uang untuk dikeruk! Mereka adalah anak kita, adik kita. Mereka adalah wajah masa depan kita. Kita harus bantu, kita harus fasilitasi jangan malah dijadikan sebagai penghasilan," ujar Anies Baswedan.

Laporan dan pengaduan yang diterima akan diselesaikan dengan kerjasama antara Pemerintah Daerah, dan Direktorat Jenderal terkait di Kemdikbud.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan dan Satuan Pendidikan Dasar melarang pungutan di sekolah.

Peraturan tersebut menyebutkan pungutan tidak bolehdilakukan kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu secara ekonomi. Selain itu, pungutan tidak boleh dikaitkan dengan persyaratan akademik dalam penerimaan peserta didik baru, penilaian hasil belajar, dan kelulusan peserta didik.

"Biaya pendidikan itu harus memegang prinsip keadilan, jangan memaksa orang tua apalagi siswa dengan embel-embel persyaratan masuk sekolah," terang Mendikbud. Untuk pengaduan pungli sekolah, bisa kunjungi laporpungli.kemdikbud.go.id.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)