Mangrove Jadi Kue Bolu

7 Oktober 2013 Berita Pendidikan


Bukan hal baru jika mangrove atau tanaman bakau dimanfaatkan sebagai pencegah abrasi. Namun, jika buah mangrove disulap menjadi kue bolu, maka menjadi kreativitas unik dan luar biasa.

Inovasi tersebut lahir dari tangan empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, yakni Rizky Rizaldi, Dito Aditia, Alfia Gita K (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), dan Afifah Qodri Rinjani (Fakultas Ilmu Budaya). Mereka menyulap mangrove menjadi beragam dayaguna.

Penelitian yang berjudul Mangrove Platinum Area: Inovasi Kawasan Konservasi Laut Terpadu berbasis EEE: Edukasi, Ekologi, dan Ekonomi itu berupaya untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Afifah Qodri Rinjani menyebut, tiga basis konservasi ini terdiri dari edukasi sebagai kegiatan menyadarkan masyarakat, ekonomi dalam bentuk pengolahan buah magrove, serta ekologi dengan konservasi lingkungan.

"Kami berupaya untuk mengajak masyarakat wilayah Sidoasri, Kabupaten Malang untuk konservasi lingkungan. Kami memilih lokasi ini karena wilayah Sidoasri dekat dengan pantai yang ada di Malang Selatan," ujar Afifah, seperti dinukil dari laman resmi UB Prasetya Online, Sabtu (3/10/2013).

Dari segi ekonomi, kelompok ini juga memanfaatkan buah mangrove sebagai alternative panganan. Mereka menyajikan buah mangrove dalam olahan kue bolu dan dapat menjadi makanan khas daerah tersebut.

"Kami mencoba mengolah buah mangrove yang selama ini hanya menjadi sampah di sepanjang pantai. Bahkan, melalui bolu mangrove ini, Kepala Desa setempat berharap agar bolu ini bisa menjadi produk unggulan Desa Sidoasri," jelasnya.

Sedangkan, dari sisi ekologi, kata Afifah, dilaksanakan dalam bentuk griya edukasi. "Di sini kami dibantu masyarakat sekitar dan Karang Taruna setempat untuk menanam, merawat hingga memelihara tanaman mangrove. Sedangkan untuk pengolahan, kami dibantu oleh ibu-ibu PKK desa Sidoasri," tutur Afifah.

Tidak mengherankan, atas kreativitas empat sekawan itu, mereka berhasil meraih juara pertama pada Presentasi Poster tentang Konservasi Lingkungan dalam ajang Tulisan Untuk Negeri, Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, beberapa waktu lalu.

Selain itu, delegasi UB juga mendapat beberapa penghargaan, seperti Juara I Poster Konservasi, Juara II Presentasi Konservasi, Juara I Poster Pendidikan Konservasi, dan Juara III Pendidikan Konservasi. Sedangkan proyek penelitian ini akan dilanjutkan di pantai dengan kondisi yang hampir sama dengan Desa Sidoasri.

(Dikutip dari okezone.com)