Malaysia Cabut Subsidi Mahasiswa Asing

3 Juni 2010 Berita Pendidikan


Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia Mohamed Khales Nordin mencabut subsidi pendidikan tinggi bagi para mahasiswa asing. Biaya itu berlaku bagi para mahasiswa asing yang baru akan kuliah pada Juli 2010.

Demikian diungkapkan Atase Pendidikan KBRI Malaysia, Imran Hanafi, di Kuala Lumpur, Rabu (2/6/2010). Dia mengatakan, Pemerintah Malaysia akan mengurangi subsidi secara besar-besaran karena defisit anggaran dan beban utang luar negeri yang semakin besar.

Subsidi itu, kata Imran, akan dikurangi secara bertahap. Pencabutan subsidi akan dilakukan pada sektor makanan, bahan bakar, dan bahan pokok.

"Jumlah mahasiswa Indonesia yang akan studi S-2 dan S-3 di Malaysia pasti akan menurun drastis karena biaya lebih tinggi. Belum lagi kualitasnya yang lebih baik di Indonesia karena, jika melihat fasilitas, universitas terkemuka di Indonesia punya fasilitas yang tidak kalah dengan Malaysia," tambah Imran.

Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia Abdullah Abbas. "Jika biayanya mencapai 14.000 ringgit, sudah pasti akan berat bagi pelajar Indonesia. Jumlah mahasiswa Indonesia pasti akan menurun drastis tahun depan," katanya.

Menurut catatan KBRI, jumlah mahasiswa Indonesia di Malaysia tahun 2007 ada 11.396 orang. Pada 2008, jumlah tersebut meningkat menjadi 14.359 orang, dan pada 2009 turun kembali menjadi 10.392 orang.

sumber: kompas.com