Mai-CP, Alat Bantu Penderita Kelainan Otak Buatan Mahasiswa Ubaya

3 November 2014 Berita Pendidikan


Cerebral Palsy merupakan suatu kelainan yang terjadi pada otak yang mengakibatkan kelainan pada fungsi gerak, psikologis, kognitif serta bentuk tubuh dan koordinasi sehingga mempengaruhi aktivitas seseorang.

Indonesia pernah mencatat jumlah anak penyandang Cerebral Palsy meningkat dari 1-5 per 1000 jumlah kelahiran hidup per tahun.

Adalah Rido Satria Wijaya, mahasiswa Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) ini mendesain produk alat bantu penunjang aktivitas dan terapi bagi anak penyandang Cerebral Palsy bernama Mobility Aid for Cerebral Palsy (Mai-CP).

Semoga dengan hadirnya Mai-CP , anak-anak dengan usia rentang antara 9-16 tahun terlihat cukup terbantu dengan alat tersebut. Saat ditanya kelebihan dari Mai-CP, Ridho menjelaskan bahwa selama ini, alat bantu untuk penderita Cerebral Palsy masih terbatas pada kursi roda. Sedangkan alat ciptaannya hadir dengan konsep desain easy and tough berukuran 104 cm x 48 cm x 65 cm.

Produk inipun telah dicoba penderita Cerebral Palsy di Sekolah Luar Biasa (SLB) Fajar Harapan Surabaya, Jawa Timur. Dengan adanya Mai-CP penyandang Cerebral Palsy tingkat ringan merasa sangat terbantu aktivitasnya dengan pengoperasian dengan cara duduk dan berdiri.

Alat ini terbatas bagi usia 9-16 tahun dengan berat maksimal 60 kg. Namun, alat ini juga masih butuh pengawasan dan pendampingan orang tua. "Karena bagaimanapun dukungan dan perhatian orangtua tetap menjadi kunci perkembangan anak," papar Rido.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)