Mahasiswa Tak Berprestasi "Dicuekin"

9 Desember 2010 Berita Pendidikan


MALANG - Siswa dan mahasiswa kategori berprestasi biasa-biasa saja dengan kemampuan ekonomi orangtua rendah jumlahnya cukup besar, sekitar 85 persen dari seluruh jumlah mahasiswa. Mereka ini yang tidak terjaring oleh beasiswa yang mensyaratkan prestasi.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Prof Dr Wani Hadi Utomo, Selasa (7/12/2010) di Malang, Jawa Timur. Dia mengingatkan, pola pembiayaan studi mahasiswa tidak cukup menjadi perhatian pemerintah. Sebab, pemerintah serta perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) menyelenggarakan pendidikan tinggi tidak lagi sebagai lembaga sosial.

Sudah tak perlu diperdebatkan lagi, PTN dan PTS bukan lagi lembaga pendidikan semata, melainkan lembaga pencetak laba. Pertanyaan besarnya kemudian berapa banyak sebenarnya orangtua dan mahasiswa yang mampu memenuhi tuntutan biaya pendidikan tinggi, kata Wani.

Jumlah itu sangat besar mengingat yang memiliki biaya hanya mahasiswa dari keluarga yang mampu secara ekonomi dan mahasiswa pintar yang mendapat beasiswa. Jika itu dikurangkan dari total mahasiswa, sebanyak 85 persen hingga 90 persen mahasiswa sebenarnya kurang mampu membayar biaya kuliah.

Jika belum ada pola pembiayaan yang cukup besar untuk membiayai pendidikan, akan tetap muncul sekelompok besar anak-anak kita yang terlempar dari pendidikan. Mereka terlempar keluar sekolah dengan alasan biaya mungkin saat pendidikan dasar, saat pendidikan menengah, atau saat pendidikan tinggi, tuturnya.

Sumber: kompas.com